Zat yang termulia
Menjelma firman-firman-Mu dalam mushaf
Al-Qur'an yang mulia
Yang diajarkan kepada insan Yang Engkau Ciptakan
Hingga lisan terolah sempurna untuk berucap
Wahai Yang Maha Pemurah
Matematika gaib-Mu melakukan perhitungan
Terhadap matahari dan bulan
Menjadikan evolusi planet-planet
Tertata rapi dan tidak bertabrakan
Pohon dan tumbuhan pun bertasbih pada-Mu
Dalam tenang dan diam
Pajangan angkasa biru yang luas
Kokoh tidak bertiang, tidak pernah runtuh
Bersama dengan terlepasnya mizan
Menimbang keseimbangan hati
Dan pengukur kadar keadilan hasrat
Engkau Yang Maha Pemurah
Menghamparkan bumi sebagai penopang
Raga bumi yang bercabang, anugerah-Mu
Berbuahkan kehidupan bagi makhluk hidup
Buah-buahan masak dan semerbak wangi bunga
Engkaulah Yang Membentuk
Tembikar-tembikar bernyawa
Beraneka ragam rupa
Sehalus mungkin menciptakan
Makhluk api yang gaib
Terpeliharalah dua titik permulaan
Sinar kehidupan dan pusat akhirnya
Berkat tangan besar Sang Penjaga
Juga mempertemukan dua sisi laut yang berbeda
Antara kegelapan dan terang benderang
Menjadikannya satu selat
Mengeluarkan dari mulut laut
Anugerah-Mu lagi
Mutiara dan Marjan
Jangan terperanjat
Semua itu berujung kebinasaan
Fana saja
Kemuliaan dan kebesaran milik-Nya
Itu abadi
Kekelan wajah agung-Nya
Dia senantiasa mengatur rotasi kehidupan
Dalam kapasitas menciptakan
Kekuatan menghidupkan
Kemampuan mematikan
Dan kesetiaan memelihara
Dustakah kalian pada Ar-Rahman?
(Q.S. Ar-Rahman 1- 17)
Writen by; Muhammad Zainal Abidin
Juara 3 Lomba Cipta Puisi Kandungan Al-Qur'an Nasional, Pekan Olahraga dan Seni Santri Nasional (POSPENAS), 2008, Samarinda, Kalimantan Timur
Alat Vital Beckham Diremas Wartawati
Selasa, 26 Januari 2010
Di Indonesia, perlakuan wartawan (khususnya wartawan infotainment) sering dianggap berkelakuan tidak menyenangkan. Biasanya ketika sedang mewawancarai artis, mereka sering berperilaku tidak etis. Beberapa selebriti akhirnya mengungkapkan keresahan itu, sebut saja Luna Maya yang memberikan ungkapan buruk terhadap mereka di status twitternya dan kemudian menyinggung kelompok wartawan itu sendiri.
Saya berpikir itu sudah menjadi resiko seorang selebriti, yang harus siap agar kehidupan pribadinya terusik oleh para wartawan infotainment. Atau mungkin Luna Maya mau mencoba keluar dari prinsip umum yang telah berlaku. Saya hanya ingin mencoba memberikan sebuah gambaran yang mungkin bisa dijadikan sebuah pelajaran berharga bagi kamu yang calon artis atau calon wartawan.
Ketika David Beckam menggelar jumpa pers di sebuah hotel di Milan, Italia, Kamis 21 Januari 2010. Tiba-tiba, Elena Di Cioccio seorang wartawati Italia beraksi meremas alat vital Beckham. Sambil meremas, dia berkata, "Saya ingin tahu seberapa besar testikelnya."
Beckham yang tak siap, terang saja kaget. Seperti dilansir brisbanetimes.com.au, Beckham hanya bisa bisa melongo melihat reporter berambut pirang itu. Sontak, petugas keamanan pemain AC Milan itu dengan sigap memegang reporter yang tampak bahagia itu. Jurnalis itu akhirnya dilepaskan. Dia pun berlari menyeberang jalan, sambil berteriak "E piccolo, Beckham." Artinya, "Punya Beckham kecil."
Sementara itu, kamera yang tadinya fokus ke Beckham terus mengikuti si wartawati. Setelah Beckham pergi dari hotel itu, giliran si wartawati yang diwawancarai. Elena Di Cioccio lalu mengaku meremas testikel Beckham karena penasaran dengan iklan celana dalam Giorgio Armani yang memakai Beckham sebagai model. Dan saat diwawancara langsung pun, Di Cioccio masih belum bisa melupakan momen seumurnya hidupnya itu. "Ya Tuhan. Saya telah menyentuhnya!".
Pelajaran bagi kamu yang ingin jadi bintang terkenal; adalah harus belajar lebih sigap dan waspada ketika sedang dikerumuni oleh banyak wartawan. Dan bagi para calon wartawan bisa mencontohi Elena Di Cioccio dalam hal keberanian dan kenekatannya. Bayangkan kalau di Indonesia hal ini terjadi? Mungkin artisnya langsung mengamuk, tidak seperti Beckam yang hanya diam saja. Atau Beckam malah keasyikan diremas seperti itu? Hmmm...
Sumber; www.tvone.co.id
Mau tahu lebih lanjut, lihat video di bawah ini;
Saya berpikir itu sudah menjadi resiko seorang selebriti, yang harus siap agar kehidupan pribadinya terusik oleh para wartawan infotainment. Atau mungkin Luna Maya mau mencoba keluar dari prinsip umum yang telah berlaku. Saya hanya ingin mencoba memberikan sebuah gambaran yang mungkin bisa dijadikan sebuah pelajaran berharga bagi kamu yang calon artis atau calon wartawan.
Ketika David Beckam menggelar jumpa pers di sebuah hotel di Milan, Italia, Kamis 21 Januari 2010. Tiba-tiba, Elena Di Cioccio seorang wartawati Italia beraksi meremas alat vital Beckham. Sambil meremas, dia berkata, "Saya ingin tahu seberapa besar testikelnya."
Beckham yang tak siap, terang saja kaget. Seperti dilansir brisbanetimes.com.au, Beckham hanya bisa bisa melongo melihat reporter berambut pirang itu. Sontak, petugas keamanan pemain AC Milan itu dengan sigap memegang reporter yang tampak bahagia itu. Jurnalis itu akhirnya dilepaskan. Dia pun berlari menyeberang jalan, sambil berteriak "E piccolo, Beckham." Artinya, "Punya Beckham kecil."
Sementara itu, kamera yang tadinya fokus ke Beckham terus mengikuti si wartawati. Setelah Beckham pergi dari hotel itu, giliran si wartawati yang diwawancarai. Elena Di Cioccio lalu mengaku meremas testikel Beckham karena penasaran dengan iklan celana dalam Giorgio Armani yang memakai Beckham sebagai model. Dan saat diwawancara langsung pun, Di Cioccio masih belum bisa melupakan momen seumurnya hidupnya itu. "Ya Tuhan. Saya telah menyentuhnya!".
Pelajaran bagi kamu yang ingin jadi bintang terkenal; adalah harus belajar lebih sigap dan waspada ketika sedang dikerumuni oleh banyak wartawan. Dan bagi para calon wartawan bisa mencontohi Elena Di Cioccio dalam hal keberanian dan kenekatannya. Bayangkan kalau di Indonesia hal ini terjadi? Mungkin artisnya langsung mengamuk, tidak seperti Beckam yang hanya diam saja. Atau Beckam malah keasyikan diremas seperti itu? Hmmm...
Sumber; www.tvone.co.id
Mau tahu lebih lanjut, lihat video di bawah ini;
Assalamu Alaikum Wr Wb.

Patutlah bagi kita untuk selalu membuka segala percakapan dengan satu patah kalimat di atas. Semua itu tentunya adalah untuk kebaikan kita semua (sesuai dengan apa yang terkandung dalam ucapan tersebut), dan tentunya akan membuat kita menjadi semakin akrab.
Saya mohon maaf, setelah cukup lama saya tidak memposting artikel-artikel lagi dalam blog saya yang lama (http://matoduwolo.blogspot.com). Dikarenakan kesibukan yang semakin mengganggu waktu senggang saya yang biasa saya lakukan untuk ngeblog. Plus! Karena tugas penggarapan blog hanya berlaku pada semester dua saja, sehingga kalau sempat online pun untuk mengupdate blog bukan menjadi hal yang diprioritaskan. Hahah! Maklum, sepertinya hampir semua mahasiswa yang mendapatkan tugas yang serupa sudah membiarkan blognya terbengakalai. Seperti saya ini. Ingat! Jangan dicontoh!
Kenapa saya membuat blog baru? saya tidak lupa password blog saya yang lama. Sengaja saya membuat akun blog yang baru karena saya ingin lebih mengaktualisasi diri saya (bahasa slangnya; Narsis), pastinya aktualisasi yang positif. Maka harapan saya blog ini memberikan sebuah konsep dan cerminan yang kuat tentang diri saya.
Yah, saya pikir itu saja yang bisa saya ungkapkan untuk mengawali postingan-postingan selanjutnya.
Selamat Menikmati!
Langganan:
Postingan (Atom)
