Antara Wartawan, Gadungan, dan Undang-Undang.

Minggu, 10 Oktober 2010


Nah ada lagi satu parameter kenapa Indonesia belum siap menjadi negara demokrasi. Dalam dunia pers di Indonesia yang katanya menganut sistem bebas bertanggung jawab namun pada implementasinya lebih cenderung kepada sistem pers liberal. Mungkin ini disebabkan karena pada saat zaman orde baru kebebasan pers sangat dikekang dan sekarang di mana kebebasan benar-benar terbuka lebar segala bentuk pemberitaan, penyebaran informasi sudah tidak ada yang menyaringnya.

Ibarat bendungan jebol, kebebasan pers mengalir begitu derasnya. Eksploitasi pun terjadi dalam segala bentuk informasinya, misalnya dalam laporan investigasi (investigation reporting) dengan dasar pembuktian dilapangan dan model pembuktian terbalik yang pada faktanya membuat beberapa pihak merasa dirugikan. Sehingga kerap kali menimbulkan perselisihan antara pihak tertentu dengan pers yang mengharuskan pers untuk kalah di persidangan.

Padahal UU Pers no. 40 Tahun 1999 telah dirancang menjadi sebuah kebijakan yang dapat melindungi para wartawan Indonesia. Namun kenapa permasalahan ini tetap terjadi? Hal ini dikarenakan kekuatan hukum yang diatur dalam UU Pers ini masih lemah, ini lah yang menjadi dasar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) mengajukan revisi Undang-Undang ini.

Dari hasil pemaparan Ketua Umum PWI, Margiono bahwa UU Pers ini dinilai terlalu lemah hingga mampu membuka peluang bagi beberapa oknum tidak bertanggung jawab untuk mendapatkan naungan di balik nama 'wartawan'. Hal ini yang sangat tidak diinginkan. Sangat susah membedakan antara pejuang wartawan yang sebenarnya atau hanya sekedar wartawan plastik.

Pertanyaannya adalah apakah revisi UU Pers ini visible untuk dilaksanakan? Yang perlu diperhatikan adalah pers merupakan sebuah profesi yang bekerja dalam media dan media itu sendiri merupakan sebuah lembaga yang memberikan pengaruh signifikan bagi negara meskipun tidak termasuk dalam kelompok suprastruktur pemerintahan. Sehingga hal ini yang perlu menjadi dasar bagi lembaga pemerintah untuk mempertimbangkan agar sebaiknya Undang-Undang Pers ini segera direvisi.

Terlebih revisi ini pun dianggap memberikan pengaruh yang besar pada media di Indonesia karena mampu membentuk sebuah badan pers yang berkualitas, tentunya dengan SDM yang berkualitas pula. Jika tercipta lingkungan seperti ini maka akan berdampak baik pada pemberian informasi yang bebas bertanggung jawab kepada seluruh masyarakat Indonesia, sehingga bisa dipastikan akan meminimalisir pihak-pihak yang akan dirugikan.

Pembenaran dari revisi UU Pers ini bisa diterapkan pula pada kekuatan hukum yang berlaku yang mulanya dianggap kurang bisa melindungi hak-hak kewartawanan yang sebenarnya dan membiarkan para jurnalis gadungan melanggar kode etiknya. Bendungan yang jebol pun bisa diperbaiki dan derasnya gelombang arus berita bisa dikontrol dengan baik atas ketegasan hukum tersebut dan mengubahnya menjadi air yang mengalir dengan tenang.

Eh, PR Nulis Juga Loh! Sama Kayak Jurnalis Aja...

Kamis, 07 Oktober 2010


Well done, rencana mau membuat review setiap mata kuliah. Udah ada di otak sejak pertengahan Ramadhan kemaren, tapi baru terlaksana sekarang. Haduu emang suka tunda pekerjaan, semoga belum ada kata terlambat. Mumpung perkuliahan juga belum sampe pertengahan semester.

Kebetulan besok ada kuliah Penulisan Media Public Relation (PR), bapaknya nuntut kita bicara bahasa Inggris di kelas. Ok I'll do it!

Then, secara garis besar bapaknya sudah memberikan keyword mengenai media yang sering digunakan buat penulisan PR. Yah katanya sih PR bakalan sering berkutat dengan News Release, hmmm... dari cara penjelasannya aku percaya dia adalah the second Mr. Boy (yang ngerti pasti ketawa)

Tapi kenapa harus News Release aja yang sering digunakan seorang PR untuk penulisannya? Oke berdasarkan referensi yang aku dapatkan dari Prayudi dalam bukunya Penulisan Naskah Public Relations dan juga buku Managing Public Relations yang ditulis Grunig, James E dan Todd Hunt. Bahwa secara keseluruhan penulisan naskah seorang PR entah dalam News Release atau media yang lain pun sangat memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pencitraan sebuah perusahaan yang dinaunginya.

Kemampuan menulis (selain News Release ya?) ini sangat dibutuhkan dalam pembuatan naskah pidato, memberikan testimoni, bahkan menyampaikan pesan lewat memo pun jika bahasanya tidak ditata dengan baik maka akan memberikan dampak buruk bagi pencitraan sebuah perusahaan atau organisasi.

Gak banget ya? Kalo seorang PR udah pandai beretorika depan publik, bicara bagus, bikin enlightning pendengarnya, tapi semuanya berubah drastis ketika kata-kata indah bermutiara itu diterjemahkan ke bahasa tulis.

Jadi harus gimana? PR harus memahami dulu faktor yang mempengaruhi pemahaman publik atas informasi yang dibaca, kemudian komunikasikan ide atau penjelasan kepada publik melalui tulisan yang jelas, enak dibaca dan mudah dipahami.

Pada prinsipnya ada beberapa hal krusial dalam penulisan naskah PR yang perlu dipertimbangkan. Bapak Prayudi membaginya dalam 5 hal, supaya tercipta pemahaman yang baik dibenak publik terhadap sebuah organisasi atau perusahaan.

1. Tujuan Penulisan
Secara umum tujuan penulisan naskah PR sama dengan tujuan public relations. Grunig dan Hunt mengidentifikasi 5 tujan aktivitas PR, yakni : komunikasi, menerima pesan, penerimaan kognisi, pembentukan atau perubahan sikap (penilaian atau keinginan perilaku) dan perilaku terbuka.

Kejujuran, fakta dan informasi yang disampaikan harus bisa memenuhi harapan dari berbagai publik organisasi, dan disaat yang bersamaan bisa menciptakan pengertian bersama antara organisasi dengan publik. Praktisi PR harus menjaga reputasi perusahaan di satu sisi dan memahami keinginan publik di sisi lain.

2. Objektivitas
Penulisan naskah harus mengacu kepada manfaatnya, serta terpisah dari identitas penulis. Agar informasi anonimus itu diterima publik, kata dan kalimat yang termuat harus memiliki integritas dan wewenang.

Integritas dipahami sebagai tulisan yang memuat kepentingan atau tujuan dari dikeluarkannya tulisan, sedangkan wewenang dipahami sebagai kompetensi atas dikeluarkannya tulisan yang dianggap dapat mewakili pihak manajemen.

3. Review Sumber Informasi
Praktisi PR harus teliti mengecek kembali naskahnya sebelum di publikasi. Mulai dari apakah gagasan pokok telah dituangkan dalam bahasa yang benar, sampai pengenalan karakater media tempat naskah akan diterbitkan.

Selain itu, dibutuhkan kutipan penjelasan dari tenaga ahli apabila menyangkut isu yang sangat bersifat teknis dan menyangkut nyawa manusia. Seperti : kandungan kimia, alat kesehatan, zat makanan dan lain sebagainya. Pastikan kata – kata istilah yang digunakan sudah dipahami secara jelas dan komprehensif.

4. Dampak yang diharapkan
Selain dampak tulisan kepada publik yang membaca, seorang Publik Relations juga perlu memikirkan dampaknya bagi media. Harus memberikan strategi solusi kreatif, bagaimana pihak media tersebut bisa mendapatkan persepsi positif yang mendalam.

Kemas informasi, pesan dan data mengenai perusahaan/organisasi dalam berbagai bentuk, seperti press kit atau media kit yang berisi factsheet, backgrounders yang pada prinsipnya memuat profil perusahaan, whitepaper, brosur, dan flier.

5. Teknik Tulisan
Teknik penulisan naskah harus sesuai dengan publik sasaran, misalnya pilihan kata, penggunaan tata bahasa, dan sisi yang ingin ditonjolkan dari naskah yang akan ditulis.

Praktisi PR tidak menjual produk, tetapi membangun image produk dengan teknik edukasi konsumen. PR tidak menegaskan perusahaan telah mengeluarkan produk, tapi lebih dari memfokuskan pada manfaat dan keunggulan produk tersebut bagi konsumen.

Wokehhh! Semoga bermanfaat

WAAA BRIEF PINASTHIKA AWARD 2010 KATEGORI ADSTUDENT (GUE KETINGGALAN)

Selasa, 28 September 2010


Gapapalah meskipun telat nih dia breifnya, ayo temukan ide gila!

Ad Student Award
Pinasthika Ad Fest 2010

“100% CINTA INDONESIA”



Indonesia itu yang mana sih?

Pertanyaan ini bisa saja datang dari siapapun yang tinggal di dalam dan di luar Indonesia, juga anak kecil bahkan orang dewasa yang sedang mempersoalkan realitas. Sudut mana lagi yang tidak bisa kita presentasikan sebagai anugerah yang dimiliki negeri ini?

Budayanya beragam, hasil buminya melimpah, masyarakatnya heterogen, peninggalan nenek moyangnya merupakan bagian sejarah dunia, prestasi olah raganya gemilang, hingga karya ilmuwannya diakui setingkat dunia. Segala kebaikan dan potensi terpendam yang dimiliki negeri ini mampu mengukuhkan Indonesia sebagai salah satu pemain industri global yang tangguh bersaing dengan negara lain di berbagai sektor industri.

Problem To Solve
# Rendahnya tingkat apresiasi terhadap produk bangsa sendiri.
# Belum banyak komunitas atau asosiasi umum yang ikut bergerak menumbuhkembangkan rasa kebanggaan menggunakan produk dalam negeri.
# Masyarakat belum mengenal adanya agenda pemerintah yang menyoroti tentang pentingnya pengakuan hasil karya dan kreatifitas industri lokal melalui ragam budaya ekonomi dan sosial yang dapat diakui dunia internasional.



Communication Objectives
# Menerapkan semangat 100% Cinta Indonesia sebagai kebanggaan terhadap bangsa.
# Membangkitkan rasa percaya diri menggunakan dan memperkenalkan produk dalam negeri.
# Mencapai tingkatan otentisitas dari cerminan budaya dan hasil kreasi lokal daerah.



Advertising Objective
Memilih dan merekomendasi menggunakan produk dalam negeri, terutama lokal.

Target Audience
Semua orang Indonesia yang mampu dan mau mengapresiasi hasil karya dan kreasi industri lokal. Terutama Key Opinion Leaders, harus mengajak komunitas sekitarnya untuk turut serta dalam gerakan ini. Segala usia.

Challenge
Menyampaikan pesan yang otentik ala Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

Insight
”Creative Diversity”, merupakan hasil kreasi maupun karya yang memiliki nilai tambah diilhami oleh kreatifitas beragam kebudayaan.

“Creative Difference”, sebagai hasil dari kekayaan alam, budaya serta sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas,

Tone & Manner
Kreatif, dinamis, inspiratif.

Filosofi Logo 100% Cinta Indonesia:
Di mata dunia: Kami ingin menyatakan pada dunia bahwa setiap karya rupa cipta Indonesia dibuat dengan seratus persen cinta kami sebagai orang Indonesia. Apa yang dibeli, apa yang dikenakan, apa yang dinikmati, apa yang dipajang adalah refleksi diri dari rasa menghargai budaya, paham pakem tradisi dan tentunya bukti cinta tanpa syarat kepada tanah air. Semua jadi atas nama cinta, yang akan abadi.

Ekspresi tekad bersama dan dukungan kepada sesama dalam kesadaran kolektif membangun identitas Indonesia sebagai bangsa kreatif. Cinta kami seratus persen pada Indonesia hadir absolut tanpa tanda tanya. Semua tergambar jelas ketika kami mengecap, mengenggam, mencipta..apalagi yang harus diragukan. Di hati kami hanya ada Indonesia!

Mandatory
Buatlah iklan layanan masyarakat (ILM/PSA) yang menggerakkan masyarakat untuk cinta dan bangga terhadap potensi dan hasil karya Indonesia, dengan mencantumkan logo 100% Cinta Indonesia sebagai identitas sosialisasi kampanye dan logo Kementerian Perdagangan. Iklan ini dibuat dalam format iklan cetak berwarna ataupun hitam putih berukuran A3 dalam posisi landscape ataupun portrait. Pendaftaran karya dilakukan secara online via website, dan karya dikirim sebelum 19 Oktober 2010.

http://pinasthikaward.com

Malasnya!

Senin, 27 September 2010



Waduh, blog ku dah lama gak ku posting artikel lagi... padahal banyak banget yang ingin aku ceritain... semua-muanya! Foto-foto ku yang bikin kangen Gorontalo, kejadian-kejadian lucu, cerita-cerita bersama teman-teman, angka favoritku yang sekarang, materi pengantar kuliah, hwaa banyak dah!

Tapi gak tau neh semuanya jadi terhambat... bukan karena aku sibuk yaa... sori banget, aku lagi cuti sekarang (hahaha gaya banget). Bah! Gak tau dah, aku kena sindrom penyakit malas neh! Mulai ketika aku membuka pintu kamar kosku untuk pertama kalinya tiba di Malang seminggu yang lalu si malas langsung menggerogoti tubuhku, semua sudah terkontaminasi olehnya, mata, kepala, badan, otak, semuaaaa....



Haduh, pengennya dipaksa biar jadi rajin, tapi apa daya rajinnya sudah teralihkan ke tugas kelompok yang mewajibkan aku dan teman sekelompokku presentasi pertama kali. Gimana gak hidup lagi nyawaku, biasanya awal kuliah tugas masih sepi eh ini malah belok mata ku buat nyelesein pidana korupsi yang ribet pasal-pasalnya.

Jadi gimana neh? Aku butuh charger neh biar rajin ku gak lowbat terus, ah kayak hape ku aja, baru beli baterei nya dikit-dikit lowbat. Sama aja kayak rajin ku dikit-dikit lowbat. Harus ganti baterei neh! Merk apa ya? Beli di mana? Berapa harganya?

Persembahan Kecil untuk Hari Kemenangan.

Rabu, 08 September 2010




Jika di Ramadhan badan bertambah subur,
jangan sampai jiwa menjadi kabur.

Jika para ponakan mendapat salam tempel,
apakah rahmat Allah datang padamu berjubel?

Syukur Alhamdulillah saya berpuasa di Gorontalo,
eh sekarang uda lebaran Geto loh!

Kata Ibu lebaran mau makan nasi kabuli,
sekalian aku mohon maaf agar berkah fitri ku dapatkan kembali.

Happy Idul Fitri 1431 Hijriah (inal & family)

Sebuah Pertanyaan Tentang Bidadari.

Senin, 30 Agustus 2010



Meneruskan pembicaraanku dengan mbak Mia yang tidak terlalu penting namun menimbulkan tanda tanya besar bagiku. Kebetulan sebentar lagi kuliah dan semester ini aku mengambil kelas AIK (Agama Islam Kemuhamadiyahan), jika ada kesempatan akan ku tanyakn pada dosen AIK.

Jadi saat itu mbak Mia membicarakan tentang ayat-ayat Al-Qur'an dan hadits-hadits Rasul yang akan memberikan ganjaran baik kepada umatnya yang melaksanakan amal kebajikan. Ganjaran baik itu berupa bidadari-bidadari yang cantik ketika di surga kelak. Ya, banyak sekali ayat Al-Qur'an dan hadits Rasul sering kita jumpai yang membicarakan tentang bidadari. Seperti:

“Dan (di dalam surga itu) ada bidadari-bidadari yang bermata jeli. Laksana Mutiara yang tersimpan baik. Sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan” (QS. Al-Waqiah:22-24)


Menurut salah satu hadits riwayat Tirmidzi, setiap ahli syuurga akan mendapatkan bidadari sesuai dengan amal yang diperbuatnya di dunia. Setiap hamba yang berpuasa sehari dibulan Ramadhan, maka dia akan memperoleh satu bidadari di surga. Riwayat lain menyebutkan, setiap muslim yang mati syahid akan memperoleh 72 bidadari di surga.

Jika bidadari adalah hadiah besar yang disediakan Allah untuk hamba-Nya yang taat beribadah dan beramal shaleh, maka apa hadiah besar yang disediakan Allah untuk hamba-Nya yang perempuan? Karena bidadari pastilah diperuntukkan kepada lelaki. Kurang lebih begitulah pertanyaan yang diajukan kepadaku.

Ah, tak terpikirkan olehku mengenai hadiah besar perempuan di surga nanti. Karena mungkin aku laki-laki, heheheh. Apa mungkin para wanita akan mendapatkan pangeran yang tampan yang selevel dengan bidadari? Gak tau deh! Aku belum pernah dengar hadits kayak gitu.

Tapi menjawab sebisa ku dan seadanya. "Uhm... mungkin perempuannya lah yang akan jadi bidadarinya di surga kelak, lebih keren kan?" Jawabanku seperti itu.

"Yah, kalo gitu sama aja perempuan yang melayani laki-laki di surga kelak. Apa tidak selayaknya perempuan juga dilayani?" Jawabnya seperti itu.

Kali ini aku tidak berani menjawab apapun, butuh penafsiran lebih mendalam lagi untuk ketidakadilan yang tersetting di mindset nya. Sekarang pun aku harus menemukan jawaban itu, mati penasaran aku heheheh.

Oke target pertama adalah dosen AIK ku, sampai ketemu hari Selasa 21 September jam 7pm pak/ibu dosen.

What the Hell is "Tumbilotohe"?

Selasa, 24 Agustus 2010


Jika kita melihat kegiatan masyarakat Gorontalo di bulan Ramadhan sepintas tidak ada yang membedakan dengan masyarakat yang bermukim di daerah lain. Namun perbedaan itu akan terlihat pada tiga hari terakhir di bulan Ramadhan menjelang hari raya Idul Fitri tepatnya di malam Lailatul Qadar. Terlihat di setiap pemukiman warga terpasang lampu minyak yang menghiasi setiap halaman rumahnya, meskipun jumlahnya tidak terlalu banyak yang bisa dijumpai di setiap halaman rumah. Namun dapat dibayangkan jika hampir seluruh rumah, perkantoran, pusat perbelanjaan, masjid, dan setiap sudut tempat di Gorontalo dihiasi lampu minyak. Benar-benar sangat menakjubkan.

Tradisi ini tidak begitu saja dilakukan oleh warga Gorontalo , namun ada makna di balik semua itu. Tumbilotohe merupakan sebuah festival yang diadakan oleh seluruh rakyat Gorontalo pada tiga hari terakhir Ramadhan menjelang lebaran. Kata ‘tumbilotohe’ sendiri berasal dari bahasa Gorontalo yang terdiri atas dua kata; ‘tumbilo’ yang berarti pasang dan ‘tohe’ yang berarti lampu. Karena media yang digunakan adalah lampu minyak maka festival ini biasa diadakan pada malam hari. Maka secara harfiah Tumbilotohe merupakan festival malam pasang lampu.

Sejarahnya kenapa Tumbilotohe diadakan pada hari terakhir pada bulan Ramadhan tepatnya pada malam Lailatul Qadar , jauh sebelum Indonesia merdeka di wilayah Gorontalo belum ada listrik sama sekali. Sehingga pada malam hari benar-benar sangat gelap gulita, tentunya ini sangat menghambat kegiatan warga pada malam hari terlebih pada malam di bulan Ramadhan. Di mana warga harus melakukan beberapa ibadah penting di malam hari seperti berbuka puasa, sholat tarawih, tadarus Al-Qur’an, dan sahur dengan penerangan melalui lampu minyak.

Ketika memasuki malam Lailatul Qadar yaitu malam di mana malaikat turun ke bumi untuk mendoakan orang-orang yang rajin beribadah di malam harinya sehingga pada malam-malam Lailtaul Qadar banyak warga lebih meningkatkan ibadahnya. Karena kondisi wilayah Gorontalo sangat gelap maka para warga berinisiatif untuk memberikan penerangan dengan lampu minyak yang lebih banyak dari biasanya untuk menghiasi rumahnya dengan tujuan untuk menyambut malam Lailatul Qadar sekaligus memberikan perbedaan terhadap malam Lailatul Qadar itu sendiri dengan malam-malam di bulan Ramadhan lainnya.

Beberapa orang tua sempat meyakini mitos bahwa saat itu malaikat sedang berkeliling untuk singgah ke rumah-rumah orang yang rajin beribadah di malam hari, salah satu tujuan malam Tumbilotohe juga adalah untuk menarik perhatian malaikat agar singgah ke rumah mereka karena kondisi rumah yang terang benderang.

Terlepas dari mitos tersebut, terdapat pesan moral yang bisa kita ambil dari ritual Tumbilotohe ini. Dengan memasang lampu minyak di halaman rumah akan mengingatkan kita tentang betapa berharganya malam Lailatul Qadar dan kita tidak bisa melewatinya begitu saja, kita dihimbau untuk lebih meningkatkan frekuensi ibadah kita kepada Allah Swt.

Seiring dengan perkembangan zaman hingga listrik sudah mulai digunakan oleh warga, namun tradisi Tumbilotohe ini tetap dipertahankan oleh masyarakat Gorontalo. Bahkan kini tradisi ini dipatenkan menjadi sebuah festival. Beberapa warga pun melakukan modifikasi, karena harga minyak tanah semakin mahal mereka mensiasatinya dengan menggunakan minyak kelapa. Ada juga yang menggunakan lampu pijar yang sumber penerangannya menggunakan energi listrik. Malam pasang lampu pun terlihat semakin variatif.

Segala perubahan yang terjadi pada cara masyarakat Gorontalo saat ini untuk merayakan malam festival Tumbilotohe, membuat pesan moral yang terdapat dalam tradisi ini semakin terlupakan. Yang semestinya semakin mendekati penghujung Ramadhan umat muslim dianjurkan untuk meningkatkan amal ibadahnya namun yang terjadi pada sebagian besar warga Gorontalo, mereka semakin sedikit untuk sholat Taraweh di masjid dan lebih memilih untuk berjalan-jalan mengitari kota menikmati indahnya lampu minyak.

Ada Gak yang Mau Jual Koran Seperti ini di Indonesia?

Memori Kota Tepian

Senin, 23 Agustus 2010


Ketika POSPENAS entah diadakan di daerah mana pun pasti teman-teman lain mempunyai kesan sendiri-sendiri yang sangat tidak terlupakan. Pastinya aku juga lah!

Sekian lama aku tenggelam dengan berbagai masalah anak mahasiswa hingga akhirnya liburan menghampiri dan aku bisa berleha-leha sepuasnya. Saatnya bersenang-senang dan bernostalgia. Aku akan menghabiskan waktu bercengkrama dengan teman-teman lamaku di SMP Muhammadiyah 3 yang lokasinya masih terdampar di tengah sawah, dan juga teman-teman Hubulo.

Banyak hal yang kita bicarakan, terlebih ketika masa SMA ku. Terbesit di pikiranku untuk mengenang hari-hari singkat bersama teman-teman KSS. KSS (Kumpulan Sahabat Sejati) adalah perkumpulan yang dibuat secara kilat oleh teman-teman peserta lomba baca puisi dan cipta puisi pada tahun 2008 saat mengikuti kompetisi olahraga dan seni pesantren se-nasional di Samarinda, Kalimantan Timur. Awal idenya dari aku sih, heheh. Kemudian direalisasikan oleh Misran, salah satu teman dekatku yang ketemu di Samarinda.

Tujuannya memang untuk mempererat persahabatan kita antar sesama reader dan maker puisi meskipun setelah POSPENAS kita sangat susah untuk berkumpul lagi. Kelompok Poetry ini ku nilai lebih memiliki nuansa kekeluargaan yang kental ketimbang teman-teman yang mengikuti cabang lomba lain. Mereka menginap di hotel Atlet yang gedungnya bertingkat-tingkat, dan situasi di sana benar-benar seperti pusat perbelanjaan. Sangat wajar mereka susah akrab satu sama lain antara wakil dari masing-masing daerah.

Sementara di wisma - tempatku dikarantina bersama teman-teman yang mengikuti lomba cipta dan baca puisi - sangatlah nyaman, tenang, jauh dari kebisingan. Peluang besar untuk saling berkenalan. Dan benar sekali! Ditambah Misran adalah orang yang sangat friendly, dia cepat akrab dengan teman-teman dari daerah yang berbeda-beda. Itu belum seberapa, teman-teman sedelegasi denganku seperti Wahyu, Hikmah, Hestin yang kagok dan sotoy-sotoy sama seperti aku, membuat kondisi semakin gokil dan mencolok. Ah jadi ketawa sendiri neh mengingatnya!

Oh iya, waktu itu juga kalau gak salah santriwati dari Medan namanya Rohimah membuat jargon KSS semakin ngegemesin. "KSS, Jauh di Mata Dekeeeeet di Hati!" ngomongya harus sok imut dan sok manja gitu, iuhhh! Tapi aku ketawa kalau Rohimah dan bubuhannya yang teriakin jargonnya pasti lucu, kalo aku? Gak banget deh!

Semudah itu kita bisa akrab, tapi semudah itu pula kita berpisah. Aku dan Hikmah sempat berpikir bagaimana agar kita bisa keep in touch, tapi sangat susah. Kita menggunakan media Friendster saat itu, tapi para santriwan dan santriwati sangat sedikit yang meiliki account Friendster. Akhirnya yang berhubungan hanya sebagian kecil, itu pun sangat jarang. Misran, ada juga Wike peserta lomba baca puisi asal Lampung, mungkin hanya itu saja sahabat KSS yang berhasil aku deteksi kabar dan keberadaannya sampai sekarang.

Yang membuatku semakin sedih, kapan hari Misran sempat mengabariku lewat sms bahwa Rohimah telah meninggal dunia karena kanker otak. Innalillahi wa Inna Ilaihi Rajiun. Almarhummah sudah lama meninggal, tapi kabarnya baru sampai di aku baru-baru ini. Miris sekali rasanya ketinggalan kabar yang begitu penting.

Padahal banyak yang bisa kita lakukan dengan adanya Kumpulan Sahabat Sejati ini. Misalnya ketika meninggalnya Rohimah, teman-teman bisa bersama-sama mengirimkan doa kepada Almarhummah. Bisa juga sharing-sharing tentang penulisan sastra atau pun pengetahuan tentang tehnik intonasi membaca puisi, aku yakin masih banyak lagi yang bisa kita lakukan. Tentunya semuanya sangat bermanfaat dan bisa mempererat tali persahabatan kita semua. Masalah media??? Banyak situs jejaring sosial yang bisa dimanfaatkan, kita bisa membuat forum-forum diskusi di dalamnya, mengupdate blog-blog dengan artikel menarik. Banyak yang bisa kita lakukan, hanya mendeteksi keberadaan sobat-sobat KSS itu yang menjadi kendala saat ini.

Well, Rohimah semoga kau diterima di sisi Allah Swt. Aku di sini mendoakanmu, dan teman-teman KSS, I will always missing U. Ku harap kita bisa jumpa lagi.

Pertamina Kampanyekan BBM Nonsubsidi, What for?

Minggu, 11 Juli 2010


Ingat kasus Pertamina yang gagal mendapatkan dana PSO (Public Service Obligation) dalam tender terbuka sehingga mengancam banyak karyawan yang akan di PHK. Setelah kalah dari pesaing nya Petronas, Pertamina mengadakan kampanye BBM Nonsubsisdi. Tujuannya apa? Yah dalam berbagai press release di media massa Pertamina tidak mengaitkannya dengan kegagalan tender mereka. Secara eksplisit dalam berita dikatakan bahwa PT. Pertamina mengkampanyekan BBM nonsubsisdi bagi masyarakat menengah ke atas untuk membantu pemerintah mengurangi biaya subsidi BBM pada rakyat kecil.

Seperti yang sudah saya jelaskan pada artikel sebelumnya mengenai PSO yang memiliki sedikit kemiripan dengan subsidi bedanya PSO dananya diberikan untuk menekan harga BBM secara menyeluruh untuk semua lapisan masyarakat (termasuk masyarakat kelas atas, menengah, maupun bawah) sedangkan subsidi hanya diperuntukkan pada masyarakat kecil saja.

Karena kegagalan Pertamina dalam mendapatkan dana PSO sehingga membuat Pertamina harus menganggarkan dana yang tinggi untuk pengadaan BBM dan tentunya akan berdampak pada harga penjualan BBM itu sendiri yang akan naik semakin mahal. Karena pesaingnya Petronas mendapatkan dana PSO tersebut sehingga membuat hrga jual BBM di Petronas menjadi jauh lebih murah, tidak menuntut kemungkinan masyarakat akan beralih kepada Petronas karena harga jual BBM nya lebih murah dari pada Pertamina. Kondisi inilah yang membuat omset penjualan Pertamina menurun dan mengakibatkan defisit sehingga bisa mengancam seluruh karyawan untuk di PHK.

Kembali pada kampanye PT. Pertamina yang menyampaikan pesan bahwa dengan menggunakan BBM nonsubsidi bagi masyarakat mampu,ini akan membantu meringankan beban pemerintah sehingga anggaran dapat digunakan untuk kepentingan masyarakat kurang mampu. ”Ibaratnya orang kaya kok malah disubsidi. Ini untuk menyadarkan orang mampu agar menggunakan BBM non-subsidi," ujar Wahyu Riadi, Sales Area Manager PT Pertamina Bandung. Kampanye penggunaan BBM nonsubsidi dilakukan di 10 kota besar, yaitu Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Medan, Palembang, Makassar, Denpasar, Palembang, dan Balikpapan.Kampanye anti-BBM bersubsidi dilakukan serentak di 10 kota besar. Antara lain Jakarta, Bandung, Medan, Palembang, Surabaya, Semarang, Balikpapan, dan Makasar.

Tanpa memungkiri fakta bahwa memang benar tujuan penggunaan BBM nonsubsidi adalah membantu meringankan beban pemerintah. Namun jika saya pribadi melihat dari kacamata Public Relation (PR), ini merupakan strategi yang dilakukan oleh PT. Pertamina untuk menghindari penurunan omset penjualan. Di sisi lain Pertamina terdesak dengan keadaan bahwa diprediksikan secara pasti masyarakat dari segala golongan tentu akan beralih kepada BBM yang hrganya realtif lebih murah. Tapi dengan kampanye penggunaan BBM nonsubsidi dengan dalih membantu pemerintah adalah tehnik yang cerdik agar masyarakat golongan menengah ke atas menyadari bahwa BBM subsidi adalah hak rakyat kecil bukan golongan mereka.

Ketika masyarakat mampu mulai sadar akan pemakaian BBM nonsubsidi maka Pertamina tidak akan kehilangan pasar mereka karena apa yang dimiliki oleh Pertamina adalah BBM nonsubsidi. Masyarakat mampu yang 'berhasil disadarkan' oleh Pertamina tidak akan beralih kemanapun dan tetap membeli BBM di Pertamina meskipun harganya realtif mahal.

Pertanyaannya adalah apakah kampanye ini berhasil menyadarkan masyarakat mampu untuk membeli BBM nonsubsidi? We'll see, tunggu perkembangan selanjutnya heheheh.

THBT "Orang yang Beruntung adalah Orang yang tidak Pernah Dilahirkan" by: Soe Hok Gie - Part 2



Tapi aku belum sadar bahwa memang statusku itu sangat kontroversial. Aku minta pendapatku kepada Zia temanku di UM.

"Hmm... Hopeless dan pengecut, ha ha hah," katanya begitu di sms. Wah aku kurang pendukung neh.

Selanjutnya aku jelaskan bahwa aku melihatnya dari perspektif yang berbeda dengan temenku (Agus Ringgo)dan temenku memberikan pendapat demikian. Zia langsung menjawab.

"What?? Helow? aq jg pgagum gie, mski g stju sm statement tdi.. Hah!pasti org yg ngomen tu org yg g ngrti ttg gie."

Karena Zia pengagum Soe Hok Gie maka aku bertanya apakah dia tahu alasan kenapa Gie berkata demikian, mungkin ada yang bisa ku dapatkan.

"Emm..krn hdup ini pnuh dg k'absurd'an.qt hopeless,g tw kpn mw mati,g tw ap yg t'jd bsok. Buat ap b'juang kl ujung2x mati? Eh, tp bkanx tu ktax Sartre y?lupa aq,"

Gubrak! Malah ngambil saduran lain, heheh tak apalah. Makasih Zia atas infonya. Selanjutnya aku mengatakan bahwa apa yang dikatakan Gie berhubungan dengan ayat Al-Qur'an dalam surat Al-'Ashr "Demi masa, Sesungguhnya manusia adalah kerugian" (Q.S. Al-'Ashr ayat 1 dan 2)

"Kalo gt kan brarti manusia hrus pndai2 manfaatin waktu. Bukan malah MENYESAL tlah dlahrkan. Entah,aq rd lupa tu backgrundx gie ngmg gt knapa.Kykx nyambung2 sm mslh sosial d.." Balasnya, keren juga analisisnya.

Aku klarifikasi lagi, bahwa nature of human adalah tempatnya salah. Itu maksud ayat tadi, hanya saja penawarnya dijelaskan pada ayat selanjutnya.

"Well,t'serah mw d interpretasikn ky ap. Tp kok km kdgeran ky prinsipx org nasrani ttg 'dosa asal' ya? Bhwa stiap mnsia yg dlahrkan pd dsarx adlh pendosa. Well dunno lah.. :)"

Wah, ini apa aku yang salah berinterpretasi atau gimana. Tapi ketika aku berpikir lagi, memang berbeda kok. Maksudnya yang dijelaskan di surat Al-'Ashr itu adalah memang manusia terlahirkan (bayi) dalam keadaan suci, yang dimaksud dengan 'manusia adalah kerugian' yakni kondisi di mana manusia yang akan menghadapi kehidupan kelak akan mengalami kerugian itu sendiri. Ibarat kertas yang awalnya putih bersih dan selanjutnya akan dipenuhi dengan coretan-coretan.

Percakapan selesai, aku pun tidur. Otakku capek banyak mengeluarkan energi. Besok paginya aku terbangun ketika ibuku meneleponku, ngobrol-ngobrol seperti biasa. Menanyakan nilai semester.

Dan ditutup dengan sebuah pertanyaan; "Enal, apa yang terjadi dengan statusmu?"
Gleg, bahkan ibuku pun membacanya.Pembicaraan pun tidak jadi berakhir.

"Ah bu, itu kata-kata Soe Hok Gie. Nal dapat dari temennya nal."

"Hahah, Ayah dan Ibu baca komen temen-temen mu semalam jadi pengen ketawa. Ternyata anakku ini masih gampang darting (darah tinggi) ya?" Kata Ibuku dengan santai.

"Yah Ibu, gimana gak marah bu? Kritik sih bisa bu tapi masa temennya nal sampe-sampe ngomong gini;'otak anda yg penuh dngan kesempurnaan dari Allah trnyata hnya digunakan tidak lebih dari 0,0001% kalo bicara seperti itu' gimana gak emosi kan bisa lebih sopan bu." Kataku dengan memelas

"Memang anakku ini masih belum bisa mengontrol emosi, makanya nulis status jangan sembarangan biar gak dibantah kayak gitu."

Ah Ibuku kok ngomong gitu, bahkan ortu ku gak belain aku. Sedihnya T.T

"Bahkan Syaidinaa Ali ingin mati tua alias hidup lebih lama di dunia agar dia bisa mendapatkan kesempatan untuk memuliakan diri kepada Allah Swt seperti berperang (jihad) melawan orang kafir, bersedekah, dll," lanjut ibuku.

Uhm... aku terdiam sejenak dan berpikir. Benar juga kata Ibuku, aku mendapatkan pencerahan. Tapi bukan berarti pendapatku salah dan sesat (aku tidak mau mengakuinya)

"Kata-kata temenmu ada benarnya juga kok, kamu tuh nal terlalu cepat naik darah." Rebuttal yang lembut dari ibuku.

Aku skak matt nih... "iya deh bu!" kataku dengan berat.

"Eh tau gak nal, kapan hari kakak Sari pernah datang ke Gorontalo terus dia sempet-sempetnya bicara tentang kamu nal," kata ibuku, sepertinya Ibuku mengalihkan pembicaraannya.

"Kak Sari bilang; -'Budek, enal tuh dia di facebook sering gitu yah?'- Lah ibu sok tahu saja langsung ngomong; -'iya, mirip mama Yanti suka ganti foto profil,'- rupanya Ibu salah nak. Kaka Sari bilang; -'bukan itu budek, enal tuh cepat emosi kalau naggepin komen temen-temennya ya?'- hahah Kak Sari aja ngomong gitu ke kamu nal."

Yah, rupanya ibuku memperkuat argumennya kalau aku memang cepat naik darah. Ya sudahlah aku terima, aku menyerah. Hehehe

Belum puas dengan nasehat Ibuku, aku sms teman baikku waktu SMA, Hikmah Biga.

"Hikem?"

Lima kali smsku seperti itu tidak dibalas satu pun, hingga berjam-jam kemudian.

"Ya?" Akhirnya dia menjawab itu sudah masuk magrib baru smsnya masuk, jauh sekali jedanya dengan waktu aku mengirim smsnya di pagi hari.

"Apa pndpat li ente ttg pckapan pa ana pe stats dg ana pe tman itu?" (Apa pendapatmu tentang percakapan di statusku dengan temanku itu?) tanya ku.

"Hehe.. Mw cari dkugan neh? ;)" Jawabnya, ah parah ni anak! Jangan bilang kamu memihak Agus Ringgo juga.

"Yee sembrgan, tu tmen ny ane so menelan ludahny sndri. Huu dtag2 lgsug ba komen stats lo orag,mcam jo so pintar." (Yee sembarangan, temenku itu udah menelan ludahnya sendiri. Huu datang-datang langsung mengomentari status orang kayak udah pintar aja). Lagi aku mulai naik darah... (benar kata ibuku)

"Lha, status itu kan di ekspos publik nal. Kcuali ente tujukan ke org2 tertentu." Kata Hikmah

"I see, tp ibrat ane tuan rumah dia msuk seenaknya.q bs trima kritikannya,tp pke hati dan sdkt bradab,ksan ny kn sopan dan bisa dtrima, klu lgsug abusing gt namanya ngajak berantem," aku mulai geram!

"Kalo mnrut ane, ente gak ush pke marah lah. Tdk ush jg mrsa di ajk brantem. Toh it skdr sttsmu. Dn kalo g mw ni trulang, jgn bkin stats yg menimbulkan pro kontra. Krn ente hrz paham, kalo krkter org tu berbeda2. Ad yg fanatik,modern,salafi, dn msh bnyk lg.

Pkkx, ente skg buka pkrn ja. Itung2 tmbh pgthuan kan?" Jelas Hikmah Biga.

Heee sama aja kayak ibuku, tapi tumben hikmah bijak seperti ini? Hmm...

"Iya umi Hikmah, hehe. Btw ana tdk tau itu kntroversial ato tdk, te irfan blag kmari bru ana lgsug update di stats," (iya ibu hikmah, hehe. Ngomong-ngomong aku tidak tahu kalau itu kontroversial, si Irfan yang ngomong langsung ku update di status) Kata ku, sudah agak turun emosi ku.

"Kntroversial yg utama adlh Soe Hok Gie yg non muslim dn kt2nya sprti tdk mngenal Pncipta. Lgpla, Soe Hok Gie tu pahlwan yg dkbur brsma namanya. Hnya seniman yg mngsung namanya kg, Bgtu! Gmna mnrut ente? ane mkin bijak to?" Balas Hikmah.

Jrengg kok Ge'er nih anak, rupanya dia sendiri merasa kalau dirinya semakin bijak tapi sayang narsis heheheh.

Aku balas smsnya;
"Jiahh narsisny kumat! Fiuhh mklum ane kn skg serg dlath jd debater yg trbiasa menegasi pndpat org,jd agk sush mnerima pndpat org yg trkesan mggurui dan sok tahu,smakin bkin gatal."

"Kalo gatal digaruk nal wkwkw... It namax egois. Bedakn sdg debat dn khidupan nyta, ente g bisa bgtu. Bsa mampus ente." Balasnya

"Itu bkn khdupan nyata,itu kn dunia maya hehe," masih aja nyengir aku ini!

"Ya kn ttp interaksinya sm publik nal!" Sepertinya Hikmah mulai ganuh.

"Iyo2 bakusedu, heheh," (iya iya bercanda) jawabku.

Selanjutnya percakapan pun mengalir ke topik lain. Kisah cinta, perkuliahan, liburan, dan lain-lain.

Oke, oke, aku berusaha lebih bijak dan menghadapi situasi dengan kepala dingin. Hey nal! Bukankah itu yang diajarkan di studi PR mu? Iya yah? Aku juga baru sadar. Satu bahan muhasabah, terimakasih ya Allah! Engkau membuatku berpikir untuk menulis status ini hingga akhirnya aku paham semuanya. Aku merasa beruntung hidup di dunia ini, heheheh :P

THBT "Orang yang Beruntung adalah Orang yang tidak Pernah Dilahirkan" by: Soe Hok Gie



Semuanya bermula dari teman SMA ku yang kuliah di jogja dan cukup tergila-gila dengan filsafat tapi kuliah jurusan HI, namanya Irfan. Dia datang berkunjung di Malang, menginap di kosku dan banyak sharing-sharing. Mulai dari permasalahan pesantren, pola hidup kampus masing-masing, pacar, referensi buku, hingga akhirnya sampai ke perbincangan tentang kata-kata mutiara (bahasa Inggrisnya Quotes, bahasa Arabnya Mahfudzhat)dan Irfan mengatakan sebuah quote dari Sok Ho Gie "orang yang beruntung adalah orang yang tidak pernah dilahirkan", pikiranku mulai bermain-main liar dengan kata-kata ini.

Konsep 'think out of the box' yang sering diwanti-wanti dalam latihan debat maupun brainstorming dalam menemukan ide di periklanan mulai aku terapkan dalam menganalisa kata-kata ini. Menarik, fantastik, dan langsung aku mengupdate statusku dengan kata-kata ini tanpa memikirkan ternyata kata-kata ini sangat kontroversial.

Your status has been updated! Beberapa menit kemudian ada yang komen statusku, ternyata dia si Agus Ringgo teman sekelasku yang sekarang mengambil konsentrasi jurnalisitik. Dengan nama facebook Pecoendanx Rebel sepertinya dia akan melakukan sebuah pemberontakan.

Pecoendanx Rebel : "jadi anda merasa tidak beruntung karena sudah dilahirkan ???"

Aku menjawab.

Inal Muhammad : "semua orang di dunia tdak ad yg bruntung"

Dan kemudian ustad Faisal, guruku di pesantren pun turut memberikan komentar.

Faisalana Al Pakaya : "orang yang tidak beruntung adalah orang yang diciptakan Allah tidak beruntung.... "

Heheheh menarik juga. Dan pemberontakan terjadi, ibarat debat Agus Ringgo melakukan rebuttal kepada tim Goverment.

Pecoendanx Rebel :
"otak anda yg penuh dngan kesempurnaan dari Allah trnyata hnya digunakan tidak lebih dari 0,0001% kalo bicara seperti itu,,,,,,

gunakanlah kata "syukur",,,

maaf kalo saya sangat kasar, tapi itu pndapat saya mngenai status anda... See More

b'arti orang yg beruntung lagi adalah orang yg sudah mati,,
sudah cukupkah modal anda untuk itu ???"

Teman baikku di Pesantren, Hikmah Biga pun tertarik untuk memberikan komentar;

Hikmah Aurora El-Ersyad : "kalo kata soe hok gie,orng yg beruntung adlh orang yang mati muda. dn yang paling sial adlh orng yg mati disaat ia tua."

Aku menanggapi ketiga-tiganya sekaligus.

Inal Muhammad :
"Haha itu kn stats ny ustad jg toh?hehe ane bru bca

agus,tidak beruntung bkan berarti tdak bryukur, tidak beruntung bkan brarti tdak prnah merskan kbruntgan.

Orang mati pernah hdup brarti mrka prnah mghdapi ktdakberuntugn, org2 beriman lbi takut mndpatkn umur pnjag krena smakin byak hal2 tdak bruntug yg mrka dpatkn, dan mendambakn umur pndek krena bruntg lbi cpat brtemu dgn Allah

Hikem bru te irfan blag td itu, mkanya ana update ne stats hehe, kta sok ho gie jg hehe"

Klarifkasiku dibantah Agus Ringgo.

Pecoendanx Rebel :
"n menurut pndapat saya sndiri,
orang beruntung itu adalah orang yg mampu mnjalani kehidupannya di dunia dengan pembelajaran ttg hidup,
mampu merubah hal yg negatif mnjadi positif,,
saya beruntung skali bisa mrasakan hal" yg negatif di dunia, krena dngan itu bisa belajar mnjadi sesuatu
saya sangat beruntung karena sudah diberikan kesempatan untuk memandang bumi dan langit,,...

Allah tidak mnciptakan manusia yg beruntung dan tidak,
Allah mnciptakan manusia agar manusia itu sndiri yg bisa menentukan sikap trhadap roh dalam raga yg sudah ditiupkan Allah padanya,,,,,,"

Aku berusaha menahan emosi, tapi kata-katanya benar-benar mengandung unsur pemberontakan.

Inal Muhammad :
"Thats the point, pnentuan skap dilalui dgn pmbelajarn yg dibarengi dgn kesalahn, distulah mksud ketidakbruntungn trjadi. Krena memang pda dsarny smua manusia prnah mengalami ktidakberuntugn yg dsebabkn kslahn mreka sndri dan belajar dr ksalhan untk jd lbi baek dmana kbruntugn ada dsna. Mkany pndpat jgan asumtif,tp hrus argumentatif.

Spertiny hrus btuh beribu2 buku bwt pnjelasn biar nte paham dgn quote sok ho gie di atas."

Eh, ada kakak tingkatku mas Rain posting komennya juga.

Rain Stuart : "kok bisa nal? maksudnya???"

Agus Ringgo masih jadi sosok tukang rebuttal.

Pecoendanx Rebel :
"wow,,,
bila saya asumtif, maka saya menelan mentah" dan sepakat dngan yg anda utarakan, itu yg namanya asumtif,,
dan saya tidak seperti itu

kedewasaan sangat dibutuhkan bila anda bisa menentukan "ketidakberuntungan" yg anda maksud... See More

dan saya tidak pernah berkata sikap seseorang mnentukan "keberuntungan" itu, semua yg dilakukan manusia mnurut saya selalu positif, baik dan buruknya,
dan tidak ada kata "tidak beruntung",

misal, knpa ada org jahat ??
itu untuk pembelajaran bagi kita untuk tidak berperilaku seperti itu,
kata siapa org jahat itu tidak beruntung ??
semuanya beruntung dan bermanfaat,
dan juga sebaliknya,,,

contoh lain adalah ucapan ustad yg anda jadikan status,
mnurut saya, ustad itu berbicara "kosong", untuk apa bercerita ttg org yg bukan org ?? atau tidak ada, tidak ada pembelajaran ttg kehidupan d sana,

satu sisi lagi, ustad itu justru mmbuat saya beruntung bisa berkomentar ttg status anda,,,,,,"

Dan Mas Rain.

Rain Stuart:
"kalo q boleh berpendapat nal, km boleh sih nyari quote2 tentang sok ho gie, q cuman mengingatkan kalo km juga muslim, sok ho gie seorang non muslim, jadi quotenya dia ada yang ini sangat bertentangan dengan konsep agama kita. Dalam Islam, orang yang terlahir di dunia adalah orang yang paling beruntung, karena telah bersaing dengan jutaan sel sperma... See More untuk memperebutkan sebuah sel telur.
apalagi orang yang paling beruntung adalah orang yang terlahir sebagai seorang muslim. Karena itu adalah kekayaan yang tidak ternilaikan dengan uang."

Aduh, ini juga mas Rain pake ikut-ikutan nyerang aku lagi.

Pecoendanx Rebel : "‎@ Rain Stuart, Saya sangat sangat sangat sepakat dengan Anda teman"

Rain Stuart : "‎@rebel : terima kasih teman.. ^_^"

Apa-apaan ini!!! (darah mulai naik)

Inal Muhammad :
"Thats was Agus opinion, qt mnentukn plihan dr awal mka saat itu qt mnentukn apkah qt bruntug atw tdak, hya sja qt tdak tahu hingga qt merasakn di akhrnx.

Ktika ad seorg siswa brani mengambl skap utk menyontek dkelas yg dprcya ini mrupkn skap yg SALAH, maka ketidakberuntungan mengkutinya ktika dia kthuan oleh guruny lgsug dikeluarkn dr ujian(TIDAK ... See MoreBERUNTUNG) kalo tdk ktahuan ad kbrukn yg akn didpat dia akn bodoh trus(TIDAK BERUNTUNG)

ssuatu yg baik erat kaitanny dgn kbruntugan, dan yg buruk erat dgn kesialan.

Memg agmany beda,tp dsar sok ho gie brkta spti itu krena manusia kerap kali brbuat ksalahn, yg memiliki nlai yg universal, bhwa manusia adalah tmpatnya SALAH(KETIDAKBERUNTUNGAN), dlam Islam pun telah djelaskn."

Rain Stuart :
‎""Demi masa, manusia sesungguhnya dalam kerugian, ingatlah lima perkara sebelum lima perkara..."
itu adalah petikan syair lagu yang berdasar dari Al-Qur'an, sebenernya ada 2 macam takdir, takdir yang bisa dirubah, dan takdir yang tidak bisa dirubah...
kalo km ngasih analogi tentang menyontek, takdir dia dimarahin guru ketahuan nyontek sebenernya ... See Morebisa dihindari jika dia tidak menyontek dan percaya dengan kemampuan sendiri..

kita punya seorang filsuf/filsafat yang paling hebat, yaitu Rasulullah SAW, klo kita punya orang yang terhebat, ngapain harus sama orang yang blm tentu melebihi kehebatan Rasulullah.."

Inal Muhammad :
"Ya mas, artinya memang manusia dhdapkn dgn segala kesialan dan kbruntungan. Siswa itu bs mghndarinya dgn brtndak ju2r tp brp siswa sperti itu? Sbgian bsar sswa jrag bskap ju2r.

"maka celakalah orang2 yg shalat" Q.S ALMA'UN 5. Bhkan org solat skalipun msi mendptkan ksialan, hnya dbrithukn pd ayat slanjtny: "yakni orang2 yg lalai dlam solatnya"

Allah telah mmberikn jaln kbruntgan kpd manusia, tp manusia tkdag tdk memlih jaln tsb.brp org islam ddunia ini yg tdak pnah lalai dlm solatny?bhkan kiai pun pnah lalai, krena MANUSIA ADALAH TEMPATNYA SALAH."

Rain Stuart :
"nah kalo pemaparanmu benar, manusia memang makhluk yang sering salah, tapi manusia adalah makhluk yang paling sempurna karena di anugerahi oleh akal, otak dan perasaan, atau cipta, rasa dan karsa, memang manusia tidak ada yang sempurna kecuali Rasulullah SAW, makannya dalam Al-Qur'an, Al-Qur'an sering mengingatkan agar manusia tidak terjatuh ke ... See Morelubang yang sama, karena manusia bisa berpikir, tidak seperti makhluk yang lain...

kalo pemaparanmu benar, tapi statusmu yang keliru, kalo menurutku perlu direvisi..
^_^"

Wow! (dalam hatiku)

Inal Muhammad :
"Hear,hear memang makhluk yg plg sempurna adlh manusia bisa menjd lbi mulia drpd malaikat dan lbi hina drpda setan.

Krena itulah hdup ddunia byak kbaikn dan kburukn, byak kebruntugn dan byak kerugian.smua tdak akn drsakn jk tdak dlahirkn, trmasuk krugian ny."

Rain Stuart : "makannya, kalo dari pemaparanmu trus sama statusmu sinkron ndak?? :-/"

Inal Muhammad :
"Singkron donk, sgla kbaikan, KEBURUKAN, kebruntungan, KERUGIAN, tdk akn drasakn jika tdk dlahirkn.

Yg plg BERUNTUNG adl yg tdk prnah dlahrkn krena mrka tdk mrsakn KERUGIAN yg akn dialmi ddunia, dan yg plg RUGI adl yg tdk pnah dlahrkn pula krena mrka tdk mrskan btpa BERUNTUNG hdup ddunia. Itu pndpatku!"

Jarang sekali aku menggunakan tanda seru dalam kata-kataku, baru kali ini.

Pecoendanx Rebel : "sangat ambigu kesimpulan yg anda utarakan teman inal,,,,,"

Inal Muhammad : "Emg pndpatmu gk ambigu?"

Inal Muhammad : "Well, "THWould Ban Smoking" ada lg yg mau dbat?"

Pecoendanx Rebel :
"itulah susahnya berdebat,
semua pndapat yg kluar akan selalu dikatakan ambigu,,,

saya setuju dngan teman rain,
pemaparan yg anda sampaikan masuk akal,...
tp status yg anda tulis menurut saya memang tidak sepantasnya diutarakan,,,
akan menimbulkan kesan anda adalah seorang atheis,,"

Inal Muhammad :
"Sy buat stats itu kpntgan sy, sy mmandg kt2 d stats sy adl nlai univrsal yg bs dlhat scra postfistik dan smua org bs memhaminy tgantug tgkat kcrdasan dan kbijaksnaan nya.

Bhkan ktamu sndri gus, dlm hal yg bruk skalipun bs mndpatkn hal postf.q mgambl nlai positf itu dr kt2 seorg non muslim, ap slahnya?mskpun sudah tdk bs dpugkri kta2 itu keliru, tp jk dlhat dr prspektf bbda ad kbnern bs diambl dsna. Bkn skedar main menylahkn itu salah dan ini benar, ini baik dan itu buruk. Kolot skali"

Rain Stuart :
"kalo bicara tentang universalitas, saat q liat statusmu pertama kali ini, q juga mengerutkan kening, soalnya statusmu ini menurutku juga membingungkan nal, jadi orang awam yang membaca pasti juga heran, gituu,,,,
makannya biar gak disalah artikan, kayaknya perlu direvisi deh..
:)
soalnya gak ada manusia dilahirkan di dunia ini menjadi orang yang tidak beruntung "

Inal Muhammad :
"Bukanny mas rain sndri td myebutkn ayat Quran "demi waktu,ssungguhnya manusia berada dalm krugian"

itu jg yg dktakn sok ho gie dlm kt2 yg ad dstats q, "orang yg plg bruntug adl org yg tdk pnah dlahirkn" prmainan ktany sja yg kntradiktif,tp mknany sma.

logikany gk ad org yg gk lahr,bkan org namany kalu gk lahr.artinya smua org yg terlahirkn dlm ... See Morekeadaan merugi(al-' ashr ayat2) krena sudah merugi jgn membuat kerugian lg ddunia ini, keadaan yg merugi itu bsa diubh mnjadi kbaikn yaitu dgn mgerjakan kebajikan dan salig menashati utk ksbran (Al-'ashr ayat3)

itu poin yg q dpatkn, saat ini hrus pndai mmbca pesan dblik pesan."

Rain Stuart :
"nah, itulah manfaatnya pengajian nal, terkadang kalo kita belajar secara otodidak Al-Qur'an, qt kadang salah mengartikan. Kalo yang mas pahami dari kalimat "demi masa, sesungguhnya manusia dalam kerugian", karena disamping mereka (manusia) sebagai makhluk yang paling sempurna karena punya akal, manusia juga punya nafsu, nafsu inilah yang sering ... See Moremembuat manusia terjebak dalam kerugian.
kalo di kaitkan sama statusmu, manusia dilahirkan yang q pahami adalah bayi, dan bayi (manusia) terlahir adalah makhluk yang paling beruntung. Saat bayi tumbuh menjadi dewasa, jika manusia gak bisa mengontrol nafsunya, maka orang tersebut terjebak dalam kerugian...
itu yang q pahami dari guru ngajiku nal..
jadi kalo menurutku, kalo dikaitkan sama quotenya sok ho gie, kalo menurutku gak bisa disamakan, mungkin km bisa diskusikan sama guru ngajimu, atau dosen AIK di masjid...
^_^"

(Where is Agus Ringgo?)

Inal Muhammad :
"Uhm... Mas rain kalu dlm ilmu ushul fiqh ayat Qur'an ini dnamakn nasakh mansukh, kalmt umum pda ayat 2 yg dkhsuskn pd ayat 3. Nature of human adl cndrug bbuat krugian,namun diberikn jaln keluar dr krugian itu dgn bbuat kbajikn. Bayi menangs ktika lahr scra sprtual krena dia sdih akn mghdapi bbgai mudharat ddunia."

Pecoendanx Rebel :
"nah,,,,,,
selesai sudah kepentingan saya di sini,
karena anda sudah menyatakan sependapat dengan saya,
dan itu memang tujuan saya,,,,,
... See More
teruslah berpikir bahwa setiap detik,menit,dan seterusnya, selalu ada peristiwa yang bisa menjadi tolak ukur keberuntungan kita,,,
anda masih melihat layar dan membalas pesan saya ini juga suatu keberuntungan,,,,,,,

-case closed-"

Inal Muhammad :
‎"1. Tnjukan kt2 q yg spndpat dgn mu?

2. Pndpat2mu q prhatikn tdk ada yg kmu terapkn sedikitpun

-the case is stand-"

Dan Hikmah Biga nongol lagi.

Hikmah Aurora El-Ersyad : "Hmm.. The p0int is, perbeDaan adlh rahmat. :-)"

Nah, itu baru bijak! Hear, hear Hikmah Biga. Karena memang manusia pada dasarnya berbeda-beda, termasuk cara pandang dan interpretasinya terhadap sesuatu.

Hal yang bikin aku naik darah:
1. Agus memberikan kritikan kepadaku karena dia tidak setuju dengan pendapatku, oke sejujurnya pun aku tidak tahu menahu dengan sebab musabab Soe Hok Gie membuat kalimat ini. Tapi aku memahaminya dengan frame of reference ku sendiri dan itu harus dihargai bukan dihina dina seolah absolut hal itu mengandung kesalahan. Karena interpretasiku memandang perkataan Soe Hok Gie secara postifistik

2. Aku bisa menerima kesalahanku karena aku menulis status yang kontroversial itu, tapi memberikan kritikan yang lebih beradab dan sopan bisa mencegah terjadinya konflik dari pada bermain judge 'kamu salah dan saya benar!' terlebih menggunakan kepintaran tidak pake hati.

3. Agus sendiri berkata bahwa baik dan buruk ada nilai positif yang bisa diambil, tapi dia sendiri melihat perkataan Soe Hok Gie sangat salah. Berarti dia hanya sekedar berkata saja tanpa menerapkannya.


Kesimpulan di atas adalah subjektifitas dari opiniku pribadi, jadi jelas saja berpihak dan berat sebelah. Maaf ya? Bukan mau menyalahkan, tapi aku sangat berterimakasih kepada Agus Ringgo dan Mas Rain. Otakku jadi senam SKJ semalaman, heheheh

Kalah di Negara Sendiri.

Jumat, 25 Juni 2010



Barusan (Jumat, 25 Juni 2010) aku baca artikel terbaru di Yahoo, Tempo, Kompas, Antara, salah satu di antara beritanya adalah tentang isu Pertamina yang karyawannya terancam di PHK. Wah, awalnya aku pikir Pertamina bangkrut atau apa? Rupanya alasannya adalah Pertamina gagal mendapatkan Public Service Obligation (PSO).

Apa tuh PSO? Pada dasarnya PSO merupakan bagian dari bentuk subsidi meskipun ada perbedaan baik pengertian maupun mekanisme penyaluran dan kepada siapa PSO diberikan. Berdasarkan pengertian dari Departemen Keuangan Negara, PSO adalah biaya yang harus dikeluarkan oleh negara akibat disparitas/perbedaan harga pokok penjualan BUMN/swasta dengan harga atas produk/jasa tertentu yang ditetapkan oleh Pemerintah agar pelayanan produk/jasa tetap terjamin dan terjangkau oleh sebagian besar masyarakat (publik). Kalau subsidi adalah mengeluarkan biaya sesuai dengan kasus yang di atas anmun tujuannya adalah untuk membuat produk/jasa tetap terjamin oleh masyarakat kecil/miskin, meskipun jumlahnya tidak mayoritas.

Setelah menelaah pengertian PSO, mari kita selesaikan perbincangan mengenai Pertamina ini. Aku pribadi jadi geli sendiri melihat kegagalan Pertamina untuk mendapatkan dana program PSO. Terlebih kegagalan ini mengakibatkan ancaman PHK makin tampak di depan mata para karyawan, berdasarkan pemaparan Ketua Serikat Pekerja Sepuluh Nopember (SPSN) Pertamina Kriswatiningsih.

Program PSO di bidang subsidi bahan bakar minyak (BBM) untuk wilayah Medan, Sumatera Utara, yang biasanya ditangani Pertamina, tahun ini jatuh ke tangan Petronas, perusahaan minyak asal Malaysia. Dalam tender terbuka, Pertamina gagal memenangi PSO subsidi BBM di wilayah Medan, ini pukulan telak bagi Pertamina. Sampai saat ini ada 34 perusahaan minyak yang ikut tender di Indonesia, termasuk Pertamina. Dari jumlah itu, 17 di antaranya, termasuk Pertamina sudah pasti memenangi tender tersebut. Namun sayangnya hanya ada satu sampai dua perusahaan yang berasal dari Indonesia, lainnya perusahaan asing.

Kegagalan jajaran direksi memperjuangkan Pertamina mendapatkan PSO dalam jumlah besar berdampak sangat kompleks bagi badan usaha milik negara (BUMN) yang bergerak di bidang pertambangan dan distribusi minyak dan gas itu. Setidaknya dalam waktu dekat ini akan ada restrukturisasi organisasi. Restrukturisasi itu mengarah pada perampingan karyawan. Selain organik, karyawan `outsourcing` juga bakal menjadi korban PHK akibat perampingan itu. Sebentar lagi para karyawan Pertamina yang tergabung dalam beberapa serikat pekerja akan melakukan unjuk rasa di kantor pusat PT Pertamina, Jakarta. Kondisi semakin kacau.

Terlepas dari kriteria penilaian tender yang diadakan untuk mendapatkan dana PSO yang aku sendiri kurang paham, tapi betapa sangat menggelikan ketika Pertamina yang merupakan Badan Usaha Milik Negara kenapa bisa gagal dan tender itu justru dimenangkan oleh Petronas perusahaan minyak swasta dari Malaysia. Ironis banget ya? Dana PSO yang dianggarkan oleh pemerintah kita sendiri namun dana tersebut jatuh ke tangan asing yang berkompetisi di bidang kerja yang sama dengan Pertamina. Secara spesifik belum bisa dilihat kegagalan ini merupakan kesalahan dari pihak mana, tapi intinya ini menunjukkan kemampuan diplomasi dan lobbying yang dilakukan oleh pihak Pertamina dalam tender belum bisa menandingi keahlian pihak Petronas.

Fiuhhh...

Bisa, bisa, bisa karena terbiasa!!!

Kamis, 24 Juni 2010



Pepatah Arab pun sejak dulu telah berkata “man syabba ‘ala syaiin, syabba ‘alaihi” artinya; barang siapa yang membiasakan diri akan sesuatu maka dia akan terbiasa. Bulet banget yaa??? Tapi maksudnya itu Jika kita terbiasa akan sebuah aktivitas maka selanjutnya akan mudah bagi kita untuk melakukannya.

Yah, kalau kamu yang suka bangung kesiangan (termasuk aku) dan sering terlambat masuk kuliah. Itu sudah menjadi kebiasaan kamu dan akan sangat susah untuk dihilangkan. Mudah bagi kamu untuk melakukan kebiasaan itu, tapi kamu akan sangat susah untuk mengubahnya. Jadi segera saja diintrospeksi apa saja kebiasaan baikmu, bersyukurlah karena kamu akan sangat mudah melakukannya tanpa ada rasa keberatan sedikitpun karena kamu telah terbiasa berbuat kebaikan. Bersyukur juga kalau kebiasaan baik itu mendominasi dalam dirimu.

Tapi kamu harus waspada ketika ada beberapa perilaku burukmu yang sudah menjadi kebiasaan dan itu sangat berpengaruh dalam aktivitasmu sehari-hari. Yah seperti contoh di atas, karena kamu sudah terbiasa bangun kesiangan sangat susah bagi kamu untuk bangun tidur lebih awal, dampaknya sampai membuat kamu telat kuliah. Untuk beberapa dosen yang disiplin kamu pasti tidak diizinkan masuk kelas, bayangkan itu terjadi berulang-ulang. Bisa-bisa kamu gak lulus untuk kuliah tersebut.

Another example, uhm... (thinking) karena sudah terbiasa sehabis makan bersendawa dengan keras tanpa kamu sadari ketika makan di depan banyak orang (terlebih itu orang-orang terhormat) dengan santai kamu bersendawa dengan keras. Maklum karena sudah terbiasa, tapi apakah itu baik? Apalagi ketika kamu berada di lingkungan orang Jawa yang setahuku sendawa keras itu lebih tidak sopan dari pada kentut. Bisa terjadi? (ngutip kata-kata pak Juniardi, heheheh...2010x)

Yang harus ada di otak dan di hati adalah jangan sampai berpikir bahwa ini sudah takdir. Tapi memang membutuhkan sedikit tantangan untuk mengubah sebuah kebiasaan, susah banget! Aku sering melihat para debater sangat fasih dan lancar ketika berbicara bahasa Inggris di depan umum (karena sudah terbiasa). Suatu ketika bahasa Inggris diganti dengan bahasa Indonesia, jadi mereka harus menyampaikan argumentasinya dalam bahasa Indonesia. Sangat tidak terduga, bicara mereka tersendat-sendat seperti tidak menguasai tata bahasa Indonesia saja padahal mereka orang Indonesia asli semuanya loh! Intinya karena mereka tidak terbiasa berbahasa Indonesia ketika debat.

Ada riset yang dilakukan terhadap baby sitter yang merawat seorang bayi, sejak lahir si bayi selalu digendong oleh si baby sitter. Tanpa disadari si bayi sudah mulai tumbuh besar menjadi seorang anak, namun hingga anak berumur tujuh tahun si baby sitter tetap kuat menggendongnya padahal si baby sitter pun sudah semakin tua. Dan itu terus berlanjut hingga si anak berumur sepuluh tahun. Sekali lagi baby sitter tua yang enteng menggendong si anak yang semakin besar dikarenakan sebuah kebiasaan.

Betapa pentingnya kita harus membentuk sebuah kebiasaan karena dari situ akan memberikan pengaruh yang besar bagi kehidupan kita. Kalau sudah terbiasa melakukan hal-hal yang buruk maka akan susah untuk berbuat kebaikan begitupun sebaliknya. Kebiasaan-kebiasaan baik akan mengantarkan kita kepada kehidupan yang lebih baik pula. Ayo bangun kebiasaan baik mulai dari sekarang!

I raise my case! (debater mode off :P)

Ekskavator angkut piton Share

Senin, 03 Mei 2010

JAKARTA, Kompas.com - Foto seekor ular jenis Piton (Phyton reticulatus) dalam kondisi mati dan diangkat menggunakan ekskavator, membuat heboh pengguna Facebook dan menjadi pembicaraan di milis-milis pekerja di Kalimantan Timur. Hanya saja, belum bisa dipastikan kebenaran kabar ini.

Menurut pengakuan seorang yang mem-posting foto ular raksasa ini di Facebook, foto ini dia dapatkan dari seorang rekannya yang bekerja di perusahaan kontraktor tambang.

"Lokasinya di Tanah Hulu, dekat Kotabangun, Kutai Kartanegara. Foto ini sudah menyebar di milis karyawan perusahaan penyewaan alat berat itu. Saya hanya diberitahu seperti itu. Soal benar atau tidaknya, saya juga tak bisa memastikan," ujar Mardiono, warga Balikpapan yang mem-posting foto ular piton raksasa ini.

Hutan pedalaman Kalimantan ditengarai masih dihuni ular raksasa yang panjang panjangnya bisa mencapai belasan meter. Phyton hidupnya tersebar dari Afrika sampai ke Asia Tenggara. Dari semua jenis piton, yang terpanjang adalah Phyton reticulatus yang ditemukan di semenanjung Asia tenggara sampai ke Sulawesi.

Ular jenis reticulatus ini dikenal sebagai sanca kembang, sanca batik, atau ular sawah. Panjangnya bisa mencapai belasan meter. Phyton burma dan Phyton bola (Ball Phyton) ukurannya tidak sepanjang reticulatus yang banyak terdapat di hutan alam Indonesia. (*)


source;http://id.news.yahoo.com/kmps/20100502/tid-wow-piton-mati-diangkat-pake-ekskava-376aae3.html

Multipersonality

Jumat, 26 Maret 2010


Aku pernah melihat sebuah film (aku lupa judulnya, maaf), menceritakan tentang kehidupan seorang pemuda yang memiliki kepribadian ganda. Di mana kepribadian baiknya lebih dominan maka lelaki ini akan bersikap sangat santun, jujur, penolong, membela yang lemah, dan segala sikap baik lainnya. Akan tetapi ketika kepribadian jahatnya mendominasi maka dia akan berubah menjadi sosok yang sangat dingin, tidak berperasaan, membunuh, merampok, menganiaya orang, dll.

Wah, nama tokohnya juga aku lupa, uhm… jadi kita sebut saja namanya Matt biar lebih gampang. Jadi Matt sadar kalau dia mengidap kelainan ini, dan dia sangat tidak menyukainya. Anehnya ketika dia menjadi baik Matt sama sekali tidak mengingat perbuatan jahatnya sama sekali, begitupun sebaliknya. Tiba-tiba saja dia melihat ada orang mati terbunuh di hadapannya tanpa sadar dia lah yang melakukannya. Sampai-sampai pihak kepolisian mengalami kesulitan untuk menginterogasinya, karena ketika diinterogasi Matt sedang menjadi pribadi yang baik. Aneh ya? Heheh

Gak perlu bicara tentang endingnya, di atas cuma sebuah contoh yang sangat ekstrim. Setelah itu aku berpikir kayaknya asyik juga punya kelainan seperti itu. Saat itu aku masih SMP, secara aku gak sadari aku bersikap yang sangat berbeda antara di sekolah, rumah, tempat kursus. Di sekolah aku sangatlah rajin, friendly, ramah, ceria, bahkan guru-guru salut terhadap sikapku di kelas yang sering membuat mereka senang ketika mengajar. Tapi ketika tiba di rumah, aku menjadi sangat malas. Ketika disuruh belajar meskipun hanya sekedar membaca buku sangatlah berat, bahkan ayahku mengancam akan memutuskan sekolahku kalau tidak belajar. Di tempat kursus, aku dibilang anak yang pendiam, sombong, gak mau berteman dengan anak-anak lain dan aku cuek saja.

Sikapku ini baru aku sadari ketika sebulan menjelang UNAS. Lingkungan menjadi sangat tidak bersahabat semuanya, entah di sekolah, rumah, atau tempat kursus. Keadaan begitu sangat menekanku, dan sikapku yang sering muncul di tempat kursus menjadi dominan di sekolah dan di rumah juga. Karena aku tipe orang yang suka mengkhayal dan suka menghiperbolakan suatu keadaan, akhirnya aku berpikir apakah yang aku alami ini seperti yang dialami Matt? Lebay kan?

Aku merasa sangat gak nyaman dengan keadaan ini, dan aku semakin mengkait-kait kan keadaanku dengan kondisi Matt yang ada di film itu. Benar-benar penuh khayalan. Jujur, aku sering bertanya-tanya tentang keadaanku yang aneh ini (dalam konteks yang hiperbola) sampai akhirnya aku menemukan jawabannya baru-baru ini. Saat itu aku menonton sebuah infotainment yang meliput pembuatan video klip sherina yang berjudul ‘Geregetan’. Sherina bener-bener tampil dengan karakter yang berbeda dari albumnya yang sebelumnya, di cover albumnya saja terlihat dua sosok sherina yang masing-masing menonjolkan gaya dan pribadi yang berbeda. Ini yang menjadi bahan wawancara infotainment itu kepada sherina. Apa alasannya tampil beda di albumnya yang terbaru? Sherina menjawab bahwa konsep itu terinspirasi karena dia merasa dirinya memiliki kepribadian ganda sehingga konsep cover albumnya pun seperti itu. Tapi dia menegaskan bahwa pada dasarnya semua manusia memiliki kepribadian ganda, hanya saja kepribadian tertentu akan muncul pada kondisi yang tertentu pula.

Iya juga ya? Aduh bodohnya aku, kenapa aku gak berpikir lebih realistis? Maklum proses menuju pendewasaan, saat itu aku bener-bener gak dewasa. Mindset berpikir masih kayak anak kecil, malu-maluin! Dari kata-kata sherina itu akhirnya pikiranku menjadi terbuka. Kenapa Avril Lavigne di albumnya The Best Damn Thing menampilkan karakter yang berbeda dari album-album sebelumnya, simpel karena dia ingin menonjolkan sisi pribadinya yang berbeda.

Kesimpulanku selanjutnya; setiap orang tidak hanya memiliki kepribadian ganda, tapi lebih dari itu. Multipersonality. Kata pak Novin sisi lain dari kepribadian kita akan muncul ketika kita sedang menjelajahi dunia maya, lebih cepat akrab dengan orang. Padahal belum tentu kalau ketemu langsung bisa seakrab itu. Temanku yang maniak seks juga ngomong kalau dia mau ML sama pacarnya akan terasa lebih nyaman kalau lampu kamar dimatikan, seolah-olah sisi kepribadiannya yang liar, buas dan agresif menjadi dominan dalam kegelapan.

Intinya adalah; sikap multipersonality dimiliki oleh setiap orang, hanya perbedaan-perbedaan itu akan tampak jelas terlihat ketika kita dihadapakn pada situasi dan kondisi yang berbeda pula.

I raise my case! (debater mode off, :P)

Indonesian movie formula; zaman sekarang = zaman dulu.

Rabu, 10 Maret 2010


Aku semakin cinta dengan bangsa ini, ketika beberapa tahun lalu sempat timbul wacana di media massa dan kalangan publik tentang bangkitnya perfilman Indonesia setelah sekian lama mati suri. Bermula dari suksesnya film Ada Apa dengan Cinta? kemudian sutradara-sutradara film lainnya pun mulai berani show up untuk menghasilkan karya-karya mereka dalam dunia perfilman.Untuk genre horor saat itu muncul film Jelangkung. Untuk kategori drama cinta remaja juga bermunculan film-film serupa seperti Eifel I'm in Love, My Heart, dll.

Saat itu pula aku berkhayal bahwa suatu saat nanti industri film Indonesia bisa menyamai level industri film hollywood yang dari segi teknologi bisa menggabungkan gambar manusia dan animasi dan terlihat sangat nyata seperti pada film Avatar, Harry Potter, Lord of the ring, dll. Atau dari ide-ide ceritanya yang benar-benar bisa menginspirasi penonton seperti kisah the Great Debater, Step Up, dll. Ada juga kisah drama romantis namun tetap masih ada nilai dan pelajaran yang bisa kita ambil di dalamnya seperti the Confession of Shophaholic, Twilight, New York Minute, dll. Dan masih banyak lagi kehebatan film-film Hollywood yang patut aku acungi dua jempol sekaligus. Dan semua indikator itu aku prediksikan akan terjadi di Indonesia suatu saat nanti, melihat peluangnya sangatlah terasa. Saat itu benar-benar terlihat jelas bagaimana perfilman Indonesia mencoba untuk bangkit.

Tapi anehnya adalah kenapa hingga saat ini aku masih cenderung lebih menyukai film-film produksi USA itu ketimbang produk negara sendiri. Yah meskipun ada beberapa film lokal yang aku sukai tapi persentase jauh lebih sedikit dari pada film produk Amerika. Aku senduiri heran dan banyak sekali bertanya-tanya; kenapa aku masih cenderung menyukai film - film Hollywood ketimbang film - film Indonesia? Hmm... pertama kali aku mencoba menjawab pertanyaanku ini aku kerap kali menyalahkan negara adidaya Amerika yang sangat kapitalis di berbagai sektor termasuk industri perfilman. Dengan sistem kapitalis yang begitu kuat mereka bisa menembus batas - batas kebudayaan dan nilai - nilai normatif di suatu negara, dan salah satu korbannya adalah Indonesia. Betapa innocence nya Indonesia, seolah bayi kecil yang masih imut dan lugu sehingga mudah diberikan pengaruh apapun.

Selanjutnya aku menerapkan anjuran teman - teman dekatku yang selalu memberi wejangan; "nal, kalau mau melakukan sesuatu lebih baik dipikir dua kali". Yap! Sehingga kesimpulanku yang pertama tadi masih aku pertimbangkan lagi, dan aku mencoba berpikir untuk kedua kalinya. Akhirnya aku menemukan jawaban yang tepat, kenapa aku cenderung suka film - film Hollywood? Karena aku melihat pelaku industri film Indonesia tidak bisa memanfaatkan peluang besar itu dengan maksimal. Setelah semangat untuk berkarya itu muncul ternyata tidak dibarengi dengan peningkatan kualitas ide, konsep cerita yang sesuai. Aku bisa menyimpulkan perfilman Indonesia malah mengalami penurunan kualitas.

Bisa diakui dari segi kualitas gambar, soundtrack, dan tampilan fisik lainnya ada sedikit kemajuan. Tapi bagaimana dengan kualitas film Indonesia sendiri? Yah, sama saja dengan film - film Indonesia saat zaman jadul. Oke, coba deh kamu pikir apa bedanya film Suster Keramas, Tali pocong Perawan dengan film horornya suzana beranak dalam kubur dan sejenisnya? Bedanya cuma gambarnya saja yang lebih modern, latar musiknya lebih keren, tapi ide ceritanya yaa sama saja. Mana progresnya?

Ketiga poin yang aku sebutkan di atas tentang indikator tersebut; Teknologi animasi (mungkin yang satu ini bisa dimaklumi kalau Indonesia belum mampu melakukannya), inspiratif, dan memiliki makna yang dalam pada jalan ceritanya. Indikator-indikator ini sangat sedikit aku temui di perfilman Indonesia, even nothing! Makanya aku memberikan rumus untuk perfilman Indonesia zaman sekarang = zaman dulu, secara simpel biar semua bisa paham bahwa progress yang diberikan hanya meningkat sedikit tapi mendadak turun lagi.

Cita-citaku (meskipun aku tidak berbakat menjadi sutradara), setidaknya aku bisa menyumbangkan ide cerita yang inspiratif dan memiliki nilai kemanusiaan di dalamnya agar tujuan orang menonton film tidak hanya sekedar hiburan, tapi ada bonus yang mereka dapatkan.

That's All!!!

Tuhan dan Jagad

Sabtu, 30 Januari 2010

Zat yang termulia
Menjelma firman-firman-Mu dalam mushaf
Al-Qur'an yang mulia
Yang diajarkan kepada insan Yang Engkau Ciptakan
Hingga lisan terolah sempurna untuk berucap

Wahai Yang Maha Pemurah
Matematika gaib-Mu melakukan perhitungan
Terhadap matahari dan bulan
Menjadikan evolusi planet-planet
Tertata rapi dan tidak bertabrakan
Pohon dan tumbuhan pun bertasbih pada-Mu
Dalam tenang dan diam

Pajangan angkasa biru yang luas
Kokoh tidak bertiang, tidak pernah runtuh
Bersama dengan terlepasnya mizan
Menimbang keseimbangan hati
Dan pengukur kadar keadilan hasrat

Engkau Yang Maha Pemurah
Menghamparkan bumi sebagai penopang
Raga bumi yang bercabang, anugerah-Mu
Berbuahkan kehidupan bagi makhluk hidup
Buah-buahan masak dan semerbak wangi bunga

Engkaulah Yang Membentuk
Tembikar-tembikar bernyawa
Beraneka ragam rupa
Sehalus mungkin menciptakan
Makhluk api yang gaib

Terpeliharalah dua titik permulaan
Sinar kehidupan dan pusat akhirnya
Berkat tangan besar Sang Penjaga
Juga mempertemukan dua sisi laut yang berbeda
Antara kegelapan dan terang benderang
Menjadikannya satu selat
Mengeluarkan dari mulut laut
Anugerah-Mu lagi
Mutiara dan Marjan

Jangan terperanjat
Semua itu berujung kebinasaan
Fana saja
Kemuliaan dan kebesaran milik-Nya
Itu abadi
Kekelan wajah agung-Nya

Dia senantiasa mengatur rotasi kehidupan
Dalam kapasitas menciptakan
Kekuatan menghidupkan
Kemampuan mematikan
Dan kesetiaan memelihara
Dustakah kalian pada Ar-Rahman?
(Q.S. Ar-Rahman 1- 17)

Writen by; Muhammad Zainal Abidin


Juara 3 Lomba Cipta Puisi Kandungan Al-Qur'an Nasional, Pekan Olahraga dan Seni Santri Nasional (POSPENAS), 2008, Samarinda, Kalimantan Timur

Alat Vital Beckham Diremas Wartawati

Selasa, 26 Januari 2010

Di Indonesia, perlakuan wartawan (khususnya wartawan infotainment) sering dianggap berkelakuan tidak menyenangkan. Biasanya ketika sedang mewawancarai artis, mereka sering berperilaku tidak etis. Beberapa selebriti akhirnya mengungkapkan keresahan itu, sebut saja Luna Maya yang memberikan ungkapan buruk terhadap mereka di status twitternya dan kemudian menyinggung kelompok wartawan itu sendiri.

Saya berpikir itu sudah menjadi resiko seorang selebriti, yang harus siap agar kehidupan pribadinya terusik oleh para wartawan infotainment. Atau mungkin Luna Maya mau mencoba keluar dari prinsip umum yang telah berlaku. Saya hanya ingin mencoba memberikan sebuah gambaran yang mungkin bisa dijadikan sebuah pelajaran berharga bagi kamu yang calon artis atau calon wartawan.

Ketika David Beckam menggelar jumpa pers di sebuah hotel di Milan, Italia, Kamis 21 Januari 2010. Tiba-tiba, Elena Di Cioccio seorang wartawati Italia beraksi meremas alat vital Beckham. Sambil meremas, dia berkata, "Saya ingin tahu seberapa besar testikelnya."

Beckham yang tak siap, terang saja kaget. Seperti dilansir brisbanetimes.com.au, Beckham hanya bisa bisa melongo melihat reporter berambut pirang itu. Sontak, petugas keamanan pemain AC Milan itu dengan sigap memegang reporter yang tampak bahagia itu. Jurnalis itu akhirnya dilepaskan. Dia pun berlari menyeberang jalan, sambil berteriak "E piccolo, Beckham." Artinya, "Punya Beckham kecil."

Sementara itu, kamera yang tadinya fokus ke Beckham terus mengikuti si wartawati. Setelah Beckham pergi dari hotel itu, giliran si wartawati yang diwawancarai. Elena Di Cioccio lalu mengaku meremas testikel Beckham karena penasaran dengan iklan celana dalam Giorgio Armani yang memakai Beckham sebagai model. Dan saat diwawancara langsung pun, Di Cioccio masih belum bisa melupakan momen seumurnya hidupnya itu. "Ya Tuhan. Saya telah menyentuhnya!".

Pelajaran bagi kamu yang ingin jadi bintang terkenal; adalah harus belajar lebih sigap dan waspada ketika sedang dikerumuni oleh banyak wartawan. Dan bagi para calon wartawan bisa mencontohi Elena Di Cioccio dalam hal keberanian dan kenekatannya. Bayangkan kalau di Indonesia hal ini terjadi? Mungkin artisnya langsung mengamuk, tidak seperti Beckam yang hanya diam saja. Atau Beckam malah keasyikan diremas seperti itu? Hmmm...

Sumber; www.tvone.co.id

Mau tahu lebih lanjut, lihat video di bawah ini;

Assalamu Alaikum Wr Wb.


Patutlah bagi kita untuk selalu membuka segala percakapan dengan satu patah kalimat di atas. Semua itu tentunya adalah untuk kebaikan kita semua (sesuai dengan apa yang terkandung dalam ucapan tersebut), dan tentunya akan membuat kita menjadi semakin akrab.

Saya mohon maaf, setelah cukup lama saya tidak memposting artikel-artikel lagi dalam blog saya yang lama (http://matoduwolo.blogspot.com). Dikarenakan kesibukan yang semakin mengganggu waktu senggang saya yang biasa saya lakukan untuk ngeblog. Plus! Karena tugas penggarapan blog hanya berlaku pada semester dua saja, sehingga kalau sempat online pun untuk mengupdate blog bukan menjadi hal yang diprioritaskan. Hahah! Maklum, sepertinya hampir semua mahasiswa yang mendapatkan tugas yang serupa sudah membiarkan blognya terbengakalai. Seperti saya ini. Ingat! Jangan dicontoh!

Kenapa saya membuat blog baru? saya tidak lupa password blog saya yang lama. Sengaja saya membuat akun blog yang baru karena saya ingin lebih mengaktualisasi diri saya (bahasa slangnya; Narsis), pastinya aktualisasi yang positif. Maka harapan saya blog ini memberikan sebuah konsep dan cerminan yang kuat tentang diri saya.

Yah, saya pikir itu saja yang bisa saya ungkapkan untuk mengawali postingan-postingan selanjutnya.

Selamat Menikmati!