Sebuah Pertanyaan Tentang Bidadari.

Senin, 30 Agustus 2010



Meneruskan pembicaraanku dengan mbak Mia yang tidak terlalu penting namun menimbulkan tanda tanya besar bagiku. Kebetulan sebentar lagi kuliah dan semester ini aku mengambil kelas AIK (Agama Islam Kemuhamadiyahan), jika ada kesempatan akan ku tanyakn pada dosen AIK.

Jadi saat itu mbak Mia membicarakan tentang ayat-ayat Al-Qur'an dan hadits-hadits Rasul yang akan memberikan ganjaran baik kepada umatnya yang melaksanakan amal kebajikan. Ganjaran baik itu berupa bidadari-bidadari yang cantik ketika di surga kelak. Ya, banyak sekali ayat Al-Qur'an dan hadits Rasul sering kita jumpai yang membicarakan tentang bidadari. Seperti:

“Dan (di dalam surga itu) ada bidadari-bidadari yang bermata jeli. Laksana Mutiara yang tersimpan baik. Sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan” (QS. Al-Waqiah:22-24)


Menurut salah satu hadits riwayat Tirmidzi, setiap ahli syuurga akan mendapatkan bidadari sesuai dengan amal yang diperbuatnya di dunia. Setiap hamba yang berpuasa sehari dibulan Ramadhan, maka dia akan memperoleh satu bidadari di surga. Riwayat lain menyebutkan, setiap muslim yang mati syahid akan memperoleh 72 bidadari di surga.

Jika bidadari adalah hadiah besar yang disediakan Allah untuk hamba-Nya yang taat beribadah dan beramal shaleh, maka apa hadiah besar yang disediakan Allah untuk hamba-Nya yang perempuan? Karena bidadari pastilah diperuntukkan kepada lelaki. Kurang lebih begitulah pertanyaan yang diajukan kepadaku.

Ah, tak terpikirkan olehku mengenai hadiah besar perempuan di surga nanti. Karena mungkin aku laki-laki, heheheh. Apa mungkin para wanita akan mendapatkan pangeran yang tampan yang selevel dengan bidadari? Gak tau deh! Aku belum pernah dengar hadits kayak gitu.

Tapi menjawab sebisa ku dan seadanya. "Uhm... mungkin perempuannya lah yang akan jadi bidadarinya di surga kelak, lebih keren kan?" Jawabanku seperti itu.

"Yah, kalo gitu sama aja perempuan yang melayani laki-laki di surga kelak. Apa tidak selayaknya perempuan juga dilayani?" Jawabnya seperti itu.

Kali ini aku tidak berani menjawab apapun, butuh penafsiran lebih mendalam lagi untuk ketidakadilan yang tersetting di mindset nya. Sekarang pun aku harus menemukan jawaban itu, mati penasaran aku heheheh.

Oke target pertama adalah dosen AIK ku, sampai ketemu hari Selasa 21 September jam 7pm pak/ibu dosen.

What the Hell is "Tumbilotohe"?

Selasa, 24 Agustus 2010


Jika kita melihat kegiatan masyarakat Gorontalo di bulan Ramadhan sepintas tidak ada yang membedakan dengan masyarakat yang bermukim di daerah lain. Namun perbedaan itu akan terlihat pada tiga hari terakhir di bulan Ramadhan menjelang hari raya Idul Fitri tepatnya di malam Lailatul Qadar. Terlihat di setiap pemukiman warga terpasang lampu minyak yang menghiasi setiap halaman rumahnya, meskipun jumlahnya tidak terlalu banyak yang bisa dijumpai di setiap halaman rumah. Namun dapat dibayangkan jika hampir seluruh rumah, perkantoran, pusat perbelanjaan, masjid, dan setiap sudut tempat di Gorontalo dihiasi lampu minyak. Benar-benar sangat menakjubkan.

Tradisi ini tidak begitu saja dilakukan oleh warga Gorontalo , namun ada makna di balik semua itu. Tumbilotohe merupakan sebuah festival yang diadakan oleh seluruh rakyat Gorontalo pada tiga hari terakhir Ramadhan menjelang lebaran. Kata ‘tumbilotohe’ sendiri berasal dari bahasa Gorontalo yang terdiri atas dua kata; ‘tumbilo’ yang berarti pasang dan ‘tohe’ yang berarti lampu. Karena media yang digunakan adalah lampu minyak maka festival ini biasa diadakan pada malam hari. Maka secara harfiah Tumbilotohe merupakan festival malam pasang lampu.

Sejarahnya kenapa Tumbilotohe diadakan pada hari terakhir pada bulan Ramadhan tepatnya pada malam Lailatul Qadar , jauh sebelum Indonesia merdeka di wilayah Gorontalo belum ada listrik sama sekali. Sehingga pada malam hari benar-benar sangat gelap gulita, tentunya ini sangat menghambat kegiatan warga pada malam hari terlebih pada malam di bulan Ramadhan. Di mana warga harus melakukan beberapa ibadah penting di malam hari seperti berbuka puasa, sholat tarawih, tadarus Al-Qur’an, dan sahur dengan penerangan melalui lampu minyak.

Ketika memasuki malam Lailatul Qadar yaitu malam di mana malaikat turun ke bumi untuk mendoakan orang-orang yang rajin beribadah di malam harinya sehingga pada malam-malam Lailtaul Qadar banyak warga lebih meningkatkan ibadahnya. Karena kondisi wilayah Gorontalo sangat gelap maka para warga berinisiatif untuk memberikan penerangan dengan lampu minyak yang lebih banyak dari biasanya untuk menghiasi rumahnya dengan tujuan untuk menyambut malam Lailatul Qadar sekaligus memberikan perbedaan terhadap malam Lailatul Qadar itu sendiri dengan malam-malam di bulan Ramadhan lainnya.

Beberapa orang tua sempat meyakini mitos bahwa saat itu malaikat sedang berkeliling untuk singgah ke rumah-rumah orang yang rajin beribadah di malam hari, salah satu tujuan malam Tumbilotohe juga adalah untuk menarik perhatian malaikat agar singgah ke rumah mereka karena kondisi rumah yang terang benderang.

Terlepas dari mitos tersebut, terdapat pesan moral yang bisa kita ambil dari ritual Tumbilotohe ini. Dengan memasang lampu minyak di halaman rumah akan mengingatkan kita tentang betapa berharganya malam Lailatul Qadar dan kita tidak bisa melewatinya begitu saja, kita dihimbau untuk lebih meningkatkan frekuensi ibadah kita kepada Allah Swt.

Seiring dengan perkembangan zaman hingga listrik sudah mulai digunakan oleh warga, namun tradisi Tumbilotohe ini tetap dipertahankan oleh masyarakat Gorontalo. Bahkan kini tradisi ini dipatenkan menjadi sebuah festival. Beberapa warga pun melakukan modifikasi, karena harga minyak tanah semakin mahal mereka mensiasatinya dengan menggunakan minyak kelapa. Ada juga yang menggunakan lampu pijar yang sumber penerangannya menggunakan energi listrik. Malam pasang lampu pun terlihat semakin variatif.

Segala perubahan yang terjadi pada cara masyarakat Gorontalo saat ini untuk merayakan malam festival Tumbilotohe, membuat pesan moral yang terdapat dalam tradisi ini semakin terlupakan. Yang semestinya semakin mendekati penghujung Ramadhan umat muslim dianjurkan untuk meningkatkan amal ibadahnya namun yang terjadi pada sebagian besar warga Gorontalo, mereka semakin sedikit untuk sholat Taraweh di masjid dan lebih memilih untuk berjalan-jalan mengitari kota menikmati indahnya lampu minyak.

Ada Gak yang Mau Jual Koran Seperti ini di Indonesia?

Memori Kota Tepian

Senin, 23 Agustus 2010


Ketika POSPENAS entah diadakan di daerah mana pun pasti teman-teman lain mempunyai kesan sendiri-sendiri yang sangat tidak terlupakan. Pastinya aku juga lah!

Sekian lama aku tenggelam dengan berbagai masalah anak mahasiswa hingga akhirnya liburan menghampiri dan aku bisa berleha-leha sepuasnya. Saatnya bersenang-senang dan bernostalgia. Aku akan menghabiskan waktu bercengkrama dengan teman-teman lamaku di SMP Muhammadiyah 3 yang lokasinya masih terdampar di tengah sawah, dan juga teman-teman Hubulo.

Banyak hal yang kita bicarakan, terlebih ketika masa SMA ku. Terbesit di pikiranku untuk mengenang hari-hari singkat bersama teman-teman KSS. KSS (Kumpulan Sahabat Sejati) adalah perkumpulan yang dibuat secara kilat oleh teman-teman peserta lomba baca puisi dan cipta puisi pada tahun 2008 saat mengikuti kompetisi olahraga dan seni pesantren se-nasional di Samarinda, Kalimantan Timur. Awal idenya dari aku sih, heheh. Kemudian direalisasikan oleh Misran, salah satu teman dekatku yang ketemu di Samarinda.

Tujuannya memang untuk mempererat persahabatan kita antar sesama reader dan maker puisi meskipun setelah POSPENAS kita sangat susah untuk berkumpul lagi. Kelompok Poetry ini ku nilai lebih memiliki nuansa kekeluargaan yang kental ketimbang teman-teman yang mengikuti cabang lomba lain. Mereka menginap di hotel Atlet yang gedungnya bertingkat-tingkat, dan situasi di sana benar-benar seperti pusat perbelanjaan. Sangat wajar mereka susah akrab satu sama lain antara wakil dari masing-masing daerah.

Sementara di wisma - tempatku dikarantina bersama teman-teman yang mengikuti lomba cipta dan baca puisi - sangatlah nyaman, tenang, jauh dari kebisingan. Peluang besar untuk saling berkenalan. Dan benar sekali! Ditambah Misran adalah orang yang sangat friendly, dia cepat akrab dengan teman-teman dari daerah yang berbeda-beda. Itu belum seberapa, teman-teman sedelegasi denganku seperti Wahyu, Hikmah, Hestin yang kagok dan sotoy-sotoy sama seperti aku, membuat kondisi semakin gokil dan mencolok. Ah jadi ketawa sendiri neh mengingatnya!

Oh iya, waktu itu juga kalau gak salah santriwati dari Medan namanya Rohimah membuat jargon KSS semakin ngegemesin. "KSS, Jauh di Mata Dekeeeeet di Hati!" ngomongya harus sok imut dan sok manja gitu, iuhhh! Tapi aku ketawa kalau Rohimah dan bubuhannya yang teriakin jargonnya pasti lucu, kalo aku? Gak banget deh!

Semudah itu kita bisa akrab, tapi semudah itu pula kita berpisah. Aku dan Hikmah sempat berpikir bagaimana agar kita bisa keep in touch, tapi sangat susah. Kita menggunakan media Friendster saat itu, tapi para santriwan dan santriwati sangat sedikit yang meiliki account Friendster. Akhirnya yang berhubungan hanya sebagian kecil, itu pun sangat jarang. Misran, ada juga Wike peserta lomba baca puisi asal Lampung, mungkin hanya itu saja sahabat KSS yang berhasil aku deteksi kabar dan keberadaannya sampai sekarang.

Yang membuatku semakin sedih, kapan hari Misran sempat mengabariku lewat sms bahwa Rohimah telah meninggal dunia karena kanker otak. Innalillahi wa Inna Ilaihi Rajiun. Almarhummah sudah lama meninggal, tapi kabarnya baru sampai di aku baru-baru ini. Miris sekali rasanya ketinggalan kabar yang begitu penting.

Padahal banyak yang bisa kita lakukan dengan adanya Kumpulan Sahabat Sejati ini. Misalnya ketika meninggalnya Rohimah, teman-teman bisa bersama-sama mengirimkan doa kepada Almarhummah. Bisa juga sharing-sharing tentang penulisan sastra atau pun pengetahuan tentang tehnik intonasi membaca puisi, aku yakin masih banyak lagi yang bisa kita lakukan. Tentunya semuanya sangat bermanfaat dan bisa mempererat tali persahabatan kita semua. Masalah media??? Banyak situs jejaring sosial yang bisa dimanfaatkan, kita bisa membuat forum-forum diskusi di dalamnya, mengupdate blog-blog dengan artikel menarik. Banyak yang bisa kita lakukan, hanya mendeteksi keberadaan sobat-sobat KSS itu yang menjadi kendala saat ini.

Well, Rohimah semoga kau diterima di sisi Allah Swt. Aku di sini mendoakanmu, dan teman-teman KSS, I will always missing U. Ku harap kita bisa jumpa lagi.