
Meneruskan pembicaraanku dengan mbak Mia yang tidak terlalu penting namun menimbulkan tanda tanya besar bagiku. Kebetulan sebentar lagi kuliah dan semester ini aku mengambil kelas AIK (Agama Islam Kemuhamadiyahan), jika ada kesempatan akan ku tanyakn pada dosen AIK.
Jadi saat itu mbak Mia membicarakan tentang ayat-ayat Al-Qur'an dan hadits-hadits Rasul yang akan memberikan ganjaran baik kepada umatnya yang melaksanakan amal kebajikan. Ganjaran baik itu berupa bidadari-bidadari yang cantik ketika di surga kelak. Ya, banyak sekali ayat Al-Qur'an dan hadits Rasul sering kita jumpai yang membicarakan tentang bidadari. Seperti:
“Dan (di dalam surga itu) ada bidadari-bidadari yang bermata jeli. Laksana Mutiara yang tersimpan baik. Sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan” (QS. Al-Waqiah:22-24)
Menurut salah satu hadits riwayat Tirmidzi, setiap ahli syuurga akan mendapatkan bidadari sesuai dengan amal yang diperbuatnya di dunia. Setiap hamba yang berpuasa sehari dibulan Ramadhan, maka dia akan memperoleh satu bidadari di surga. Riwayat lain menyebutkan, setiap muslim yang mati syahid akan memperoleh 72 bidadari di surga.
Jika bidadari adalah hadiah besar yang disediakan Allah untuk hamba-Nya yang taat beribadah dan beramal shaleh, maka apa hadiah besar yang disediakan Allah untuk hamba-Nya yang perempuan? Karena bidadari pastilah diperuntukkan kepada lelaki. Kurang lebih begitulah pertanyaan yang diajukan kepadaku.
Ah, tak terpikirkan olehku mengenai hadiah besar perempuan di surga nanti. Karena mungkin aku laki-laki, heheheh. Apa mungkin para wanita akan mendapatkan pangeran yang tampan yang selevel dengan bidadari? Gak tau deh! Aku belum pernah dengar hadits kayak gitu.
Tapi menjawab sebisa ku dan seadanya. "Uhm... mungkin perempuannya lah yang akan jadi bidadarinya di surga kelak, lebih keren kan?" Jawabanku seperti itu.
"Yah, kalo gitu sama aja perempuan yang melayani laki-laki di surga kelak. Apa tidak selayaknya perempuan juga dilayani?" Jawabnya seperti itu.
Kali ini aku tidak berani menjawab apapun, butuh penafsiran lebih mendalam lagi untuk ketidakadilan yang tersetting di mindset nya. Sekarang pun aku harus menemukan jawaban itu, mati penasaran aku heheheh.
Oke target pertama adalah dosen AIK ku, sampai ketemu hari Selasa 21 September jam 7pm pak/ibu dosen.



